Jamur Bionik Bisa Hasilkan Listrik

Ellavie Ichlasa Amalia 12 November 2018 17:30 WIB
teknologi
Jamur Bionik Bisa Hasilkan Listrik
Peneliti bisa hasilkan listrik dengan jamur.
Jakarta: Para peneliti di Stevens Institute of Technology di New Jersey, Amerika Serikat telah menemukan cara untuk memproduksi listrik tanpa bahan bakar fosil, yaitu menggunakan bakteria pada jamur.

Keberadaan jamur yang dipenuhi oleh bakteria ini -- disebut "jamur bionik" -- diumumkan dalam jurnal Nano Letters dan berhasil menarik perhatian masyarakat karena keunikannya. 

Selama bertahun-tahun, bakteria memang telah menarik perhatian para peneliti energi karena kemampuannya untuk memproduksi oksigen, memproses tumpahan minyak, dan membuat listrik.


Namun, isulit untuk digunakan karena ia tidak bisa bertahan cukup lama di permukaan buatan untuk bisa menciptakan listrik, lapor Digital Trends

Para peneliti menemukan solusi dari masalah ini ketika mereka menggunakan jamur kancing sebagai permukaan bagi bakteria untuk hidup. Jamur memang biasanya memiliki sebuah ekosistem bakteria karena jamur adalah tempat yang sangat cocok bagi bakteri untuk tumbuh dan berkembang. 

Dasar dari penelitian ini adalah pengamatan bahwa bakteri dan jamur biasanya bisa hidup bersama dalam simbiosis yang saling menguntungkan satu sama lain.

Dengan teknologi 3D printer, para peneliti bisa membuat material pada ukuran mikroskopik. Itu berarti, mereka bisa membuat pita berukuran nano dengan 3D printer sebagai jaring untuk bakteria. 

Kombinasi jamur dan bakteri ini memungkinkan terjadinya proses "pembuatan fotosintesis bioelektrik", yang berarti ketika para peneliti mengarahkan cahaya ke bakteria pada jamur, ia akan menghasilkan listrik. 

Mengingat listrik yang tercipta sangat kecil, jika para peneliti ingin bisa menggunakan metode ini untuk menciptakan listrik, maka diperlukan jamur dalam jumlah banyak.

Dengan beberapa jamur yang saling terhubung, para peneliti bisa menyalakan sebuah lampu kecil. Langkah berikutnya, para peneliti akan menghubungkan lebih banyak jamur untuk menyalakan LED kecil. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.