Ilustrasi. (MI/Ramdani)
Ilustrasi. (MI/Ramdani)

Terganjal, Go-Jek Masih Berambisi Masuk Filipina dan Malaysia

Teknologi
Cahyandaru Kuncorojati • 24 Januari 2019 14:00
Jakarta: Go-Jek terus berekspansi. Setelah sukses di Singapura, Vietnam, dan Thailand, perusahaan ini diketahui tengah berusaha hadir di Malaysia dan Filipina. Sayangnya, di kedua negara itu, Go-Jek boleh dibilang tengah mendapat penolakan dari pemerintah setempat.
 
Dari dua negara tersebut, Filipina tampaknya menjadi target utama Go-Jek. Sejak Uber melepas bisnis di Asia Tenggara, perusahaan tersebut melebur ke Grab dan pemerintah Filipina tidak ingin ada monopoli di layanan transportasi online.
 
Dalam acara diskusi Indonesia PE-VC Summit 2019, Co-fouder Go-Jek, Kevin Aluwi sempat ditanya mengenai hal ini. Secara eksplisit, dia menunjukkan ambisi Go-Jek untuk segera bisa berkompetisi di Filipina.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat ini, kami tengah melakukan pembicaraan dengan pemerintah setempat dan harapannya segera bisa berbisnis di sana. Filipina adalah pasar yang penting dan kami terus mencari solusi agar Go-Jek bisa hadir," jelas Aluwi.
 
Seperti yang dilaporkan Medcom.id,Go-Jek lewat anak perusahaan bernama Velox Technology Philippines Inc. ditolak regulator Filipina. Land Transportation Franchising and Regulatory Board (LTFRB) menolak karena anak perusahaan tersebut sepenuhnya milik Go-Jek, yang merupakan perusahaan asing. Sementara di beberapa industri, pemerintah Filipina membatasi kepemilikan asing hingga 40 persen.
 
Aluwi juga sempat ditanya mengenai kehadiran Go-Jek yang ditolak Malaysia pada tahun lalu. Saat itu, pemerintah Malaysia menolak Go-Jek karena transportasi beroda dua dianggap berbahaya. Pemerintah Malaysia mengutip fakta tingginya angka kecelakakaan melibatkan kendaraan roda dua di Malaysia.
 
"Kita mempertimbangkan solusi lain. Setiap negara tentunya punya kebijakan berbeda, jadi kita harus menyediakan layanan yang sesuai dengan kebijakan termasuk pasarnya," tutur Aluwi. Dia menuturkan bahwa tidak menutup kemungkinan Go-Jek akan hadir di Malaysia lewat jenis layanan selain transportasi roda dua mengingat Go-jek memiliki cukup banyak layanan.
 
Cara ini dinilai cukup masuk akal, melihat ekspansi Go-Jek dengan nama Gojek di Singapura dan Grab yang diizinkan beroperasi di Malaysia. Keduanya tidak menghadirkan layanan transportasi roda dua karena jumlah kendaraan roda dua di Singapura terus berkurang.
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi