Panggilan video Menteri Komunikasi dan Infromatika Rudiantara saat uji coba di Morotai, Maluku Utara
Panggilan video Menteri Komunikasi dan Infromatika Rudiantara saat uji coba di Morotai, Maluku Utara

Palapa Ring Paket Tengah Rampung, Warga Morotai Bisa Video Call

Teknologi kominfo telekomunikasi proyek palapa ring
Ilham wibowo • 03 Januari 2019 11:02
Morotai: Proyek Palapa Ring Paket Tengah kini telah rampung sepenuhnya untuk digunakan masyarakat. Jaringan kabel serat optik sepanjang 2.995 kilometer melintasi 17 kabupaten dan kota tersebut diuji coba.
 
Uji kecepatan jaringan internet Palapa Ring ini dilakukan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di lokasi NOC Palapa Ring Paket Tengah di Desa Muhajirin Baru, Morotai, Maluku Utara, Rabu, 2 Januari 2019.
 
Ia melakukan video call dengan Menteri Desa, Pemberdayaan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo di Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Rudiantara, pemanfaatan Palapa Ring Paket Tengah akan semakin optimal dengan adanya sinergi antar kementerian/lembaga. Bahkan, ke depan Pemerintah akan segera menghubungkan seluruh desa dengan internet.
 
“Bisa dibayangkan ke depan, seorang Menteri Desa dapat berhubungan langsung dengan tiga kepala desa sekaligus dari 75.000 kepala desa hanya dengan menggunakan ponsel saja. Inilah bentuk cepatnya perkembangan teknologi yang kita bisa manfaatkan untuk bangsa ini,” tutur Rudiantara melalui keterangan resmi, Kamis, 3 Januari 219.
 
Rudiantara juga sempat menyapa Komandan Pangkalan TNI AU (Lanud) Raden Sadjad Kolonel Pnd Prasetiya Halim di Ranai, Natuna, Kepulauan Riau melalui sambungan video call. Sambungan internet dirasakan sudah lancar.
 
"Akses internet di Lanud Raden Sadjad menggunakan layanan Palapa Ring Paket Barat yang telah on air sejak Maret 2018," paparnya.
 
Ia melanjutkan, pembangunan infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring yang dilakukan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) merupakan bentuk saling komplemen antara operator dengan BAKTI.
 
“Dimana operator pada umumnya fokus di daerah yang dianggap visible secara bisnis. Sedangkan BAKTI fokus di daerah yang tidak visible secara bisnis, dan dianggap tidak ada return,” ujarnya.
 
Di akhir kunjungannya di Morotai, Menteri Rudiantara melakukan voice call menyapa Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh guna mencoba jaringan 2G yang baru dibangun BAKTI bersama mitra di Desa Waringin, Morotai.
 

Kecepatan 40Mbps


Dalam uji coba itu, Direktur Infrastruktur BAKTI Bambang Noegroho mengatakan Palapa Ring merupakan proyek strategis pemerintah yang bertujuan untuk mengatasi kesenjangan dan menunjang penyediaan akses telekomunikasi dan internet yang merata ke seluruh wilayah Indonesia. Selain merata, mimpi internet cepat juga akan terwujud.
 
Mengenai kapasitas Palapa Ring Tengah, Noegroho menyatakan bisa mencapai 100Gbps. Adapun kecepatan akses di Terminal Station Morotai sampai 40Mbps.
 
Sementara kecepatan akses di sekitar Taman Kota Morotai mencapai 30Mbps. Kecepatan itu mengalami peningkatan dari sebelumnya yang hanya berkisar 2Mbps.
 
“Kecepatan internet pada saat speedtest bisa mencapai 40Mbps untuk unduh, sedangkan untuk unggah mencapai 7 Mbps. Hal ini seharusnya dimanfaatkan operator agar masyarakat mendapatkan manfaat lebih besar,” ungkapnya.
 
Selain Palapa Ring, untuk mewujudkan desa terlayani sinyal, BAKTI membangun BTS (Base Transceiver Station). Hingga saat ini pembangunan BTS di Provinsi Maluku Utara ada sebanyak 80 titik lokasi, khusus di Kabupaten Morotai sebanyak 29 titik lokasi dengan kapasitas 2G.
BAKTI juga menyediakan akses internet di Morotai.
 
Tercatat sudah dibangun di 59 lokasi, yang tersebar di lokasi sekolah, puskesmas, serta lokasi publik lainnya. Sejak rampungnya Palapa Ring Paket Tengah, BAKTI melakukan proses migrasi akses internet yang menggunakan radio link dengan backbone Palapa Ring.
 
“Migrasi ini dilakukan demi mewujudkan internet cepat. Saat ini, migrasi baru dilakukan untuk akses internet yang menggunakan radio link. Sedangkan untuk BTS, bertahap kami lakukan migrasi menggunakan layanan Palapa Ring Paket Tengah,” tambah Noegroho.
 
Jaringan Palapa Ring Tengah, akan melayani 17 kabupaten/kota serta 10 kabupaten/kota yang merupakan titik interkoneksi dengan jaringan tulang punggung serat optik.
 
Jaringan yang dibangun terdiri atas kabel darat sepanjang 1.326,22 km kabel darat dan 1.787,06 km kabel laut itu menelan biaya proyek senilai Rp1,38 triliun.
 
“Dengan rampungnya paket tengah, BAKTI saat ini sedang menjaring peminatan ke para penyelenggara jaringan dengan rencana uji coba operasi yang akan dilakukan selama tiga bulan atau sama seperti Palapa Ring Barat,” ucapnya.
 
Mengenai mekanisme penyusunan tarif Palapa Ring Tengah, Noegroho menyebut sama dengan mekanisme Palapa Ring Barat. Penyediaan dan penggunaan kapasitas pita lebar ditentukan berdasarkan nilai investasi, harga pasar dan jumlah pengguna jasa.
 
"Sedangkan, untuk dark fiber dengan memperhatikan juga panjang dan lokasi kabel," pungkasnya.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif