Nilai Tukar Rupiah Pengaruhi Posisi Samsung
Head of Product Marketing IT & Mobile Samsung Electronics Indonesia, Denny Galant. (Medcom.id)
Kuala Lumpur: Samsung resmi meluncurkan Galaxy A terbaru, A7 dan A9. Sebagai informasi, Galaxy A7 telah tersedia di Indonesia melalui program pre-order tanggal 12-19 Oktober seharga Rp4.499.000.

Harga tersebut dinilai cukup tinggi untuk perangkat pada segmentasi menengah. Namun, Samsung menyebut hal ini turut dipengaruhi oleh peningkatan nilai tukar Dollar AS erhadap Rupiah.

"Flagship jadi makin mahal karena ada beberapa ketergantungan dengan exchange rate. Jadi keliatan lebih mahal. Dan ini juga berpengaruh ke segmen lainnya," ujar Head of Product Marketing IT & Mobile Samsung Electronics Indonesia, Denny Galant.


Denny turut menyebut bahwa sejak bulan Januari 2018 lalu, Samsung telah meng-upgrade Seri A menjadi seri semi flagship, dari sebelumnya sebagai seri menengah, turut mendorong peningkatan penawaran harga untuk perangkat terbaru seri A ini.

Keputusan tersebut berdasarkan peningkatan kebutuhan serta kemampuan mengeluarkan biaya lebih untuk mendapatkan perangkat.

Selain itu, menjadikan kaum milenial sebagai targetnya, Samsung turut menyadari kemunculan segmentasi baru pada generasi milenial, seperti mahasiswa tahun akhir, pekerja pertama serta orang tua muda.

Hal ini turut mendasari keputusan Samsung menghadirkan sejumlah perangkat pada seri A ini. Sebagai posisi, Samsung memposisikan Galaxy A7 (2018) sebagai perangkat kelas menengah, sementara Galaxy A9 (2018) sebagai perangkat mid-high.

Sementara itu, Samsung juga mengklaim sebagai pendorong perangkat segmen mid-high, dengan perolehan pangsa pasar sebesar lebih dari 80 persen.



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.