Huawei memperbesar investasi untuk keamanan siber. (Photo by Nicolas ASFOURI / AFP)
Huawei memperbesar investasi untuk keamanan siber. (Photo by Nicolas ASFOURI / AFP)

Huawei Kucurkan Rp29 Triliun untuk Keamanan Siber

Teknologi huawei
Ellavie Ichlasa Amalia • 27 Desember 2018 11:23
Jakarta:Huawei mengatakan bahwa mereka akan mengeluarkan USD2 miliar (Rp29 triliun) dalam lima tahun ke depan untuk meningkatkan keamanan siber.
 
Mereka akan memperbaiki keamanan siber mereka dengan menambahkan pekerja dan memperbaiki fasilitas laboratorium mereka. Mereka melakukan ini setelah muncul berbagai tuduhan bahwa pemerintah Tiongkok memata-matai menggunakan peralatan jaringan Huawei.
 
Huawei mengumumkan ini saat mengadakan konferensi di salah satu kantornya di Dongguan. Beberapa minggu belakangan, Huawei sering diterpa kabar buruk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti kabar penangkapan Chief Financial Officer Meng Wanzhou -- yang juga merupakan anak perempuan dari pendiri Ren Zhengfei -- di Kanada atas permintaan Amerika Serikat, lapor Channel News Asia.
 
Ini memperburuk keadaan Huawei yang kini tidak diizinkan untuk masuk ke pasar Amerika Serikat. Huawei juga telah dilarang oleh pemerintah Australia dan Selandia baru untuk membangun jaringan 5G karena khawatir jaringan itu akan digunakan oleh pemerintah Tiongkok untuk memata-matai para pengguna.
 
"Melarang pesaing untuk masuk ke pasar tidak akan membuat Anda menjadi lebih baik. Kami rasa, kekhawatiran dan tuduhan terkait keamanan pada Huawei seharusnya didasarkan atas bukti," kata Rotating Chairman Huawei, Ken Hu.
 
"Tanpa bukti nyata, kami akan membantah tuduhan itu."
 
Hu mengatakan, Huawei telah membuka diskusi dengan pemerintah di berbagai negara, menyatakan bahwa mereka beroperasi mandiri, terlepas dari campur tangan pemerintah Tiongkok.
 
Dia menambahkan, Jepang dan Prancis juga tidak melarang penggunaan perangkat jaringan mereka. Meskipun begitu, laporan media menyebutkan bahwa kedua negara itu juga telah mulai berhenti menggunakan peralatan dari Huawei.
 
Dilaporkan, Jepang berencana melarang pemerintah membeli peralatan dari Huawei. Sementara itu, tiga operator terbesar Jepang juga dikabarkan tidak akan menggunakan peralatan 5G dari Huawei. Sementara Prancis mempertimbangkan untuk menambahkan produk ke daftar "perlu diwaspadai".
 
Sementara itu, Huawei berulang kali mengatakan bahwa operasi mereka tidak dipengaruhi sama sekali oleh Beijing.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi