Kemenkominfo Umumkan Perubahan PP No 82 Tahun 2012

Lufthi Anggraeni 31 Oktober 2018 16:28 WIB
kominfotelekomunikasi
Kemenkominfo Umumkan Perubahan PP No 82 Tahun 2012
Kemenkominfo mengumumkan perubahan pada PP PSTE.
Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika mengumumkan perubahan pada Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2012 terkait Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE).

Perubahan ini terfokus pada pokok bahasan terkait Kewajiban Penempatan Data Centre (DC) dan Disaster Recovery Centre (DRC).

Peraturan terkait dengan data yang diatur oleh regulasi tersebut kini lebih menekankan pada klasifikasi data, tidak sekadar lokasi keberadaan data center yang diharuskan di Indonesia.


Sebab sebelumnya, peraturan ini dinilai kurang jelas sehingga menimbulkan kebingungan di kalangan pelaku industri data internet.

"Kewajiban data center fisik tak sesuai dengan tujuan, karena bisa flow begitu saja. Padahal yang penting adalah datanya, bagaimana mengamankan data. Dulu fisiknya, sekarang kami syaratkan data-datanya. Apa saja data yang harus ada di Indonesia," ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pengerapan.

Ketiadaan klasifikasi data disebut menjadi salah satu kelemahan peraturan tersebut, sehingga perubahan peraturan ini ditujukan untuk melindungi data di Indonesia dengan pendekatan fisik, berkenaan dengan risiko terhadap data yang diklasifikasikan.

Peraturan ini turut mengklasifikasikan data menjadi tiga, yaitu data strategis yang membutuhkan perlindungan tinggi dan wajib ada di Indonesia, data elektronik tinggi dan data elektronik rendah.

Menyoal data elektronik tinggi dan rendah, perubahan pada peraturan PP PSTE ini mengizinkan data tersimpan di data center di luar Indonesia, selama mendapatkan persetujuan dari badan regulator pada sektor terkait.

Sebagai contoh, untuk sektor perbankan, badan regulator berwenang dalam menentukan perizinan data tersebut adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Perubahan peraturan ini turut menyebut bahwa data elektronik rendah lebih memiliki kebebasan terkait dengan penempatannya, karena dinilai sebagai data yang harus terbuka dan dapat diakses siapa saja.

Saat ini, revisi Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2012 dalam tahap sinkronisasi dengan Sekretariat Negara. Pemerintah menolak anggapan perubahan PP PSTE ini menguntungkan pihak Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) asing.

Baik PSE asing maupun lokal memiliki kewajiban yang sama terkait kepentingan penegakan hukum, perlindungan data dan penegakan kedaulatan negara terhadap data warga negara Indonesia.

Sementara itu, menanggapi protes yang menyebut perubahan PP PSTE tanpa melibatkan pelaku industri data center lokal disebut Semuel tidak benar. Menurutnya, proses penyusunan rencana perubahan peraturan ini merupakan proses terbuka.

Empat asosiasi besar di bidang data center, yaitu Kaukus Indonesia Data Center Provider Organizaton (IDPRO), Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI), Asosiasi Big Data & AI (ABDI), dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), mengaku tidak dilibatkan dalam rencana perubahan PP No 82 tahun 2012 ini.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.