Ilustrasi.
Ilustrasi.

Militer AS Ingin Gunakan Kecerdasan Buatan pada Sistem Senjata

Teknologi kecerdasan buatan
Ellavie Ichlasa Amalia • 16 Januari 2019 09:41
Jakarta:Kepala akuisisi militer Amerika Serikat mengatakan bahwa melengkapi beberapa sistem senjata dengan AI sebagai satu-satunya cara untuk mengalahkan senjata musuh.
 
Militer AS mendukung penggunaan AI, berargumen bahwa AS tidak akan bisa bersaing dengan negara pesaing seperti Rusia dan Tiongkok tanpa menggunakan teknologi masa depan itu, lapor Business Insider.
 
Adanya kekhawatiran tentang apa yang akan terjadi jika kendali atas senjata mematikan dipercayakan pada mesin membuat para petinggi militer mengambil pendekatan konservatif terkait AI, memastikan ada peran manusia dalam proses pengambilan keputusan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Bruce Jette, Assistant Secretary of the Army for Acquisitions, Logistics, and Technology (ASAALT) berkata bahwa mengambil langkah sangat hati-hati terkait penggunaan AI pada sistem senjata mungkin bukan keputusan terbaik.
 
"Orang-orang khawatir apakah sistem AI bisa mengendalikan senjata, dan ada keterbatasan tentang apa yang bisa kita lakukan dengan AI," katanya dalam acara makan pagi bersama Defense Writers Group.
 
Dia mengatakan, ada beberapa organisasi publik yang mengatakan, "Kami tidak mau AI terikat dengan senjata," kata Jette.
 
Masalahnya, menurut Jette, ini mungkin menyebabkan militer menjadi tidak bisa menggunakan AI untuk meningkatkan waktu respons pada sistem senjata mereka. "Waktu adalah senjata. Jika saya tidak bisa melibatkan AI dalam mengatur sistem senjata dan dalam proses penembakan, dalam waktu panjang, saya akan kehilangan waktu."
 
"Misalnya, Anda menembakkan sekumpulan artileri ke saya dan saya bisa menembak jatuh artileri itu tapi untuk itu, saya perlu melibatkan seseorang, maka jumlah orang untuk memastikan semua artileri tertembak jatuh tidak akan cukup cepat."
 
Kantor Jette kini bekerja sama dengan Army Futures Command (AFC) untuk menemukan cara yang lebih sesuai terkait penggunaan AI di medan tempur. AFC bertanggung jawab untuk mengembangkan persyaratan militer untuk penggunaan AI. AFC telah memiliki markas untuk AI di Carnegie Mellon University.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif