Tiongkok Sarankan Trump Pakai Ponsel Huawei

Ellavie Ichlasa Amalia 26 Oktober 2018 12:07 WIB
huawei
Tiongkok Sarankan Trump Pakai Ponsel Huawei
Tiongkok tawarkan Trump untuk gunakan ponsel Huawei. (AFP PHOTO / WANG Zhao)
Jakarta: Mata-mata Tiongkok menyadap pembicaraan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggunakan iPhone pribadinya. Lalu, bagaimana jawaban pemerintah Tiongkok? Mereka justru memberi saran pada Trump untuk mengganti iPhone dengan ponsel Huawei. 

"Jika mereka khawatir iPhone disadap, mereka bisa gunakan Huawei," kata Hua Chunying, Deputy Director dari Departemen Informasi Kementerian Luar Negeri Tongkok seperti yang dikutip dari The Washington Post.

Hua kemudian menyebutkan bahwa laporan New York Times adalah "berita palsu", menurut South China Morning Post. "Melihat laporan ini, saya merasa orang-orang Amerika tengah berusaha mendapatkan Oscar dalam hal drama terbaik."


Tawaran Hua agar Trump menggunakan ponsel Huawei merupakan sindiran karena pemerintah AS membuat perusahaan raksasa Tiongkok itu tidak bisa beroperasi di AS. Tahun ini, kepala CIA, FBI, dan NSA memperingatkan warga AS untuk tidak menggunakan produk Huawei.

Selain itu, operator AT&T juga membatalkan kerja samanya dengan Huawei untuk meluncurkan Mate 10 Pro, yang ketika itu merupakan ponsel premium terbaru Huawei atas dasar tekanan politik. 

Memang, Huawei sejak lama dicurigai oleh AS karena kedekatannya dengan pemerintah Tiongkok. Perusahaan itu didirikan oleh teknisi Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok, Ren Zhengfei, dan struktur perusahaan Huawei sepenuhnya rahasia. 

Meskipun begitu, Huawei masih menyediakan peralatan terkait infrastruktur jaringan dan produk untuk konsumen kepada negara-negara yang menjadi rekan terdekat AS. Sejauh ini, pemerintah AS juga belum bisa memberikan bukti akan tuduhannya pada Huawei. 

Misalnya, pemerintah Inggris telah membuat fasilitas keamanan siber yang bertujuan menemukan backdoor pada produk Huawei. Namun, mereka belum menemukan hasil apapun.

Sementara, informasi bocoran Edward Snowden menunjukkan bagaimana NSA telah memata-matai Huawei selama bertahun-tahun. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.