Gabung Konsorsium, BlackBerry Ikut Industri Kendaraan Terhubung

Lufthi Anggraeni 06 Juni 2018 09:12 WIB
blackberry
Gabung Konsorsium, BlackBerry Ikut Industri Kendaraan Terhubung
BlackBerry bergabung dengan konsortium OmniAir untuk mendukung pengembangan sistem kendaraan terhubung.
Jakarta: BlackBerry mengumumkan telah bergabung dengan konsorsium OmniAir sebagai anggota eksekutif. Langkah ini untuk membantu memajukan pengujian, sertifikasi, dan penyebaran teknologi kendaraan terhubung, serta sistem transportasi cerdas (ITS).

“Mobil perlu berbicara dengan mobil lainnya serta lingkungan sekitarnya dengan bahasa dan protokol yang sama guna memastikan komunikasi tersebut bisa dipercaya,” ujar Vice President dan General Manager BlackBerry Certicom Jim Alfred.

BlackBerry menyebut guna mendukung pembangunan kendaraan terhubung ini, sistem pendukung komunikasi V2X bernama Security Credential Management System (SCMS) harus dirancang dengan baik, untuk mencegah peretasan dan pengubahan pesan V2X saat transit dari perangkat bersertifikasi.


Konektivitas V2X memberikan informasi untuk memungkinkan mengemudi lebih aman sehingga membantu mencegah kecelakaan, mengurangi kemacetan dan menurunkan emisi melalui mobilitas yang dioptimalkan serta meningkatkan koordinasi lalu lintas.

Keberhasilan teknologi V2X tergantung pada cybersecurity dan verifikasi dari setiap pesan yang dikirim atau diterima antara kendaraan dan peralatan lain, seperti lampu lalu lintas atau rambu jalanan.

Sistem BlackBerry SCMS ini diklaim mampu mengamankan komunikasi dengan dua cara, yaitu tanda tangan digital dan sertifikat.

Sementara itu, BlackBerry juga mendukung pengembangan program pengujian dan sertifikasi yang dilakukan oleh konsortium OmniAir sebagai anggota.

Seluruh anggora konsorsium bekerja sama untuk mempromosikan penyebaran teknologi kendaraan terhubung, serta mengatasi tantangan teknis dan mendukung pengujian dan sertifikasi pihak ketiga independen.

Sebagai informasi, BlackBerry mengakuisisi Certicom sebagai spesialis Elliptic Curve Cryptography (ECC), dan penemu sertifikat implisit dan konsep Butterfly Key yang digunakan dalam komunikasi V2X pada tahun 2009.

Penerapan konsep ini memungkinkan keamanan efisien untuk kendaraan terhubung dan ITS di masa depan.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.