Hacker Ransomware Punya Teknik Baru, Seperti Apa?

Ellavie Ichlasa Amalia 13 Juli 2018 14:05 WIB
cyber security
Hacker Ransomware Punya Teknik Baru, Seperti Apa?
Ilustrasi.
Jakarta: Beberapa orang melaporkan adanya teknik ransomware baru yang memanfaatkan password lama yang digunakan oleh calon korban. Email yang dikirimkan pada target ini biasanya bertujuan untuk membuatnya takut.

Isi email tersebut biasanya sederhana. Pada dasarnya, sang hacker akan berkata, "Saya tahu password Anda adalah X. Kirimkan saya bitcoin dan saya tidak akan mengancam Anda." Seorang programmer, Can Duruk mengaku bahwa dia mendapatkan email tersebut, lapor TechCrunch.

Dalam email tersebut, sang hacker mengaku bahwa dia tahu password yang digunakan oleh target. Dia mengatakan, dia tahu password tersebut setelah memasang malware pada sebuah situs porno yang dia klaim target kunjungi. Tidak hanya itu, dia juga menyatakan bahwa dia telah merekam video ketika sang korban melakukan masturbasi.


Setelah itu, dia akan meminta sejumlah uang pada target melalui bitcoin dan memberikan alamat pengiriman bitcoin miliknya. Saat ini, satu bitcoin dihargai Rp89 juta.

Sebenarnya, sang pengirim email hanya membual. Dia tidak mungkin merekam kegiatan sang target kecuali merekamnya sendiri. Selain itu, email seperti itu sudah hampir bisa dipastikan adalah penipuan.

Lalu, bagaimana sang hacker bisa mengetahui password asli dang target? Kemungkinan besar, dia mendapatkan password itu dari informasi korporat yang bocor ke internet. Password yang biasanya dia ketahui juga biasanya password lama yang digunakan beberapa tahun lalu.

Namun, jika Anda khawatir, Anda bisa menutup webcam pada laptop Anda ketika ia tidak digunakan. Selain itu, Anda sebaiknya juga mengganti password yang Anda gunakan secara rutin. Anda juga bisa menggunakan sistem autentifkasi dua faktor untuk mendapatkan keamanan ekstra.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.