Ilustrasi: Schneider Electric
Ilustrasi: Schneider Electric

Schneider Electric Bahas Roadmap Baru Impact 2030, Ada Apa Aja?

Mohamad Mamduh • 14 Agustus 2026 15:04
Ringkasnya gini..
  • Skor tersebut mencerminkan kemajuan di berbagai program utama melalui empat pilar strategis.
  • Melalui pilar Reinventing our Industry, perusahaan memperkenalkan pendekatan Future-designed.
  • Ekspansi portofolio manufaktur cerdasnya menjadi 11 WEF Global Lighthouses secara global.
Jakarta: Schneider Electric, pemimpin global di bidang teknologi energi yang mendorong efisiensi dan keberlanjutan, secara resmi melaporkan capaian kinerja keberlanjutan yang solid sepanjang semester pertama tahun 2026. Pencapaian ini diraih tepat enam bulan setelah peluncuran peta jalan keberlanjutan terbarunya yang bertajuk Impact 2030.
 
Dalam laporan tersebut, skor Impact Schneider Electric berhasil menyentuh angka 3,69/10. Angka ini dinilai sejalan dengan target tahunan yang ditetapkan perusahaan untuk tahun 2026 sebesar 4,20/10, menuju ambisi besar dengan nilai sempurna 10/10 pada tahun 2030 mendatang.
 
Skor tersebut mencerminkan kemajuan di berbagai program utama melalui empat pilar strategis, baik pada operasional internal maupun dampak nyata bagi para pelanggan, pemasok, dan masyarakat luas.

"Enam bulan sejak peluncuran Impact 2030, kami mencatat kemajuan yang positif dalam mengubah ambisi menjadi aksi nyata," ungkap Martin Setiawan, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste. Dirinya juga menambahkan rasa hormat atas penobatan Schneider Electric sebagai World's Most Sustainable Company untuk ketiga kalinya secara berturut-turut dari TIME dan Statista.
 
Pada pilar pertama, Electrifying the World, perusahaan sukses mengurangi emisi CO2 operasional (Scope 1 dan 2) sebesar 82% dibandingkan tahun 2017. Sementara itu, emisi Scope 3 mengalami penurunan sebesar 12% dibandingkan tahun 2021. Solusi teknologi yang ditawarkan Schneider Electric juga membantu pelanggan mengelektrifikasi atau menghemat energi hingga 129,5 juta MWh, serta menghindari lebih dari 50 juta ton emisi CO2 pada semester pertama tahun ini.
 
Melalui pilar Reinventing our Industry, perusahaan memperkenalkan pendekatan Future-designed. Hasilnya, sebanyak 27% dari produk dan solusi utama yang sedang dirancang telah memenuhi kriteria keunggulan sirkularitas dan lingkungan. Di samping itu, program dekarbonisasi pemasok melalui The Zero Carbon Pathway (TZCP) kini telah diperluas untuk mencakup 1.500 pemasok dengan dukungan perangkat digital berbasis kecerdasan buatan (AI).
 
Untuk pilar Unlocking Human Potential, Schneider Electric fokus pada inklusi lintas generasi dan pengembangan talenta senior, yang berhasil mendapatkan pengakuan dari World Economic Forum sebagai Future of Inclusion Lighthouse.
 
Di sisi lain, sejak tahun 2009, perusahaan telah memfasilitasi 67 juta orang untuk mendapatkan akses listrik berkelanjutan, serta membekali 1,37 juta anak muda dengan keterampilan elektrifikasi.
 
Terakhir, pada pilar Empowering Local Communities, lima lokasi operasional Schneider Electric kini telah memenuhi kriteria kerangka Impact Workplaces yang mencakup efisiensi energi, dekarbonisasi, sirkularitas, hingga biodiversitas.
 
Sepanjang kuartal kedua, komitmen global perusahaan kian diperkuat dengan ekspansi portofolio manufaktur cerdasnya menjadi 11 WEF Global Lighthouses secara global. Schneider Electric juga mengumumkan kemitraan dana campuran Schneider Electric Energy Access Asia Fund II (SEEAA Fund II) untuk mendanai perusahaan energi bersih di Asia Selatan dan Tenggara.
 
Langkah strategis ini diproyeksikan mampu menghindari 3 juta ton emisi CO2 dan memberikan manfaat langsung bagi 3,5 juta orang di kawasan Asia.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA