Mengutip Sam Mobile, keputusan ini menandai berakhirnya salah satu eksperimen paling ambisius perusahaan dalam kategori perangkat foldable. Sebagai pengingat, Galaxy Z TriFold pertama kali diperkenalkan pada akhir tahun 2025 sebagai perangkat inovatif dengan desain tiga lipatan dan dua engsel, memungkinkan layar berkembang hingga sekitar 10 inci saat dibuka penuh.
Perangkat ini diposisikan sebagai demonstrasi kemampuan teknologi Samsung dalam mengembangkan form factor baru di industri smartphone. Namun, Samsung kini memastikan bahwa perangkat tersebut tidak lagi diproduksi.
Penjualan di pasar seperti Korea Selatan telah dihentikan, dan pasar lain seperti Amerika Serikat diperkirakan akan mengikuti setelah stok yang tersisa habis. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa keputusan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk biaya produksi yang sangat tinggi serta kompleksitas teknis dari desain tiga lipatan.
Selain itu, perangkat ini memang sejak awal diposisikan sebagai produk terbatas, bukan untuk pasar massal. Dengan harga sekitar USD2.899 (Rp49,4 juta), Galaxy Z TriFold menjadi salah satu smartphone termahal yang pernah dirilis Samsung.
Kendati menarik perhatian sebagai inovasi teknologi, penjualannya relatif terbatas dan lebih menyasar segmen early adopters serta kolektor perangkat premium. Penghentian ini juga menimbulkan tanda tanya mengenai kelanjutan lini perangkat trifold Samsung.
Hingga saat ini, belum ada kepastian terkait keputusan Samsung untuk merilis generasi penerus, mengingat tantangan biaya dan kompleksitas yang masih menjadi kendala utama. Meski demikian, pengalaman dan teknologi yang dikembangkan melalui Galaxy Z TriFold diperkirakan tetap akan mempengaruhi desain perangkat foldable Samsung di masa depan, khususnya dalam hal layar besar, mekanisme engsel, dan optimalisasi perangkat lunak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News