Jakarta: Apple dikabarkan telah mulai menguji chip memori DRAM buatan ChangXin Memory Technologies (CXMT). Langkah tersebut disebut menjadi tahap lanjutan setelah sebelumnya muncul laporan bahwa Apple tengah mempertimbangkan penggunaan chip memori dari pemasok asal Tiongkok.
Mengutip MacRumors, pertimbangan tersebut dilakukan Apple untuk mengatasi tekanan pada rantai pasok memori global. Apple dilaporkan telah memasuki tahap validasi teknis terhadap chip DRAM buatan perusahaan semikonduktor asal Tiongkok tersebut.
Proses ini merupakan salah satu tahapan yang umumnya dilakukan sebelum pemasok mendapat persetujuan untuk memasok komponen ke lini produksi perangkat Apple. Meski demikian, pengujian tersebut bukan indikator bahwa Apple telah mengambil keputusan untuk menggunakan chip tersebut secara komersial.
Laporan yang beredar menyebutkan bahwa apabila kerja sama itu benar-benar terealisasi, Apple hanya akan menggunakan chip RAM buatan CXMT pada perangkat yang dipasarkan di Tiongkok. Dengan kata lain, perangkat Apple yang dijual di pasar internasional diperkirakan tetap akan menggunakan chip memori dari pemasok yang selama ini menjadi mitranya.
Keputusan untuk membatasi penggunaan chip hanya di pasar Tiongkok disebut berkaitan dengan berbagai pertimbangan, termasuk kondisi geopolitik serta regulasi yang berlaku di Amerika Serikat (AS). Apple juga dilaporkan masih melakukan upaya lobi bersama sejumlah perusahaan teknologi AS agar pemerintah memberikan ruang lebih luas bagi penggunaan produk dari pemasok tersebut.
Hingga kini, belum ada keputusan resmi mengenai persetujuan tersebut. Sebagai informasi, CXMT merupakan produsen DRAM yang didukung pemerintah Tiongkok dan dalam beberapa tahun terakhir berkembang menjadi salah satu pemain terbesar di industri memori.
Saat ini CMXT disebut telah menjadi produsen DRAM terbesar keempat di dunia setelah Samsung Electronics, SK hynix, dan Micron Technology. Pangsa kapasitas produksi wafer DRAM global CXMT diperkirakan mencapai sekitar 11% dan masih akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Meski demikian, penggunaan chip dari CXMT bukan tanpa tantangan. Perusahaan tersebut sebelumnya masuk dalam daftar entitas yang diawasi oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat karena dugaan keterkaitan dengan modernisasi militer Tiongkok.
Kondisi tersebut membuat rencana Apple berpotensi mendapat sorotan dari kalangan pembuat kebijakan di Amerika Serikat, sebagaimana pernah terjadi ketika perusahaan mempertimbangkan pemasok memori asal Tiongkok pada tahun 2022.
Apple belum memberikan komentar terkait laporan yang menyebut perusahaan telah menguji chip buatan CXMT. Karena itu, belum dapat dipastikan proses validasi tersebut akan berujung pada kerja sama komersial atau hanya sebatas evaluasi teknis terhadap kemampuan pemasok baru.
Di sisi lain, meningkatnya minat Apple terhadap CXMT turut menyoroti perubahan besar yang terjadi pada industri semikonduktor Tiongkok. Dalam beberapa tahun terakhir, CXMT berkembang dari perusahaan yang bergantung pada dukungan pemerintah menjadi salah satu produsen DRAM utama dunia.
Pertumbuhan tersebut menjadikan perusahaan sebagai bagian penting dari strategi Tiongkok untuk membangun rantai pasok teknologi dan AI yang lebih mandiri. Meski kapasitas produksi CXMT terus meningkat, sejumlah analis menilai tambahan pasokan dari perusahaan tersebut belum akan memberikan dampak besar terhadap harga memori global dalam waktu dekat.
Sebagian besar kapasitas produksinya disebut telah dialokasikan untuk memenuhi permintaan yang terus bertumbuh, sehingga pasokan masih relatif terbatas. Laporan yang beredar juga menyebut CXMT berencana meningkatkan pangsa kapasitas produksi DRAM global menjadi sekitar 15% pada tahun 2028.
Namun, perusahaan masih menghadapi tantangan teknis, termasuk dalam pengembangan memori berperforma tinggi seperti High Bandwidth Memory (HBM) yang banyak dibutuhkan untuk aplikasi kecerdasan buatan.
Apabila nantinya Apple benar-benar menyetujui penggunaan chip RAM dari CXMT, langkah tersebut akan menjadi perubahan penting dalam strategi rantai pasok perusahaan. Selama ini Apple mengandalkan pemasok memori besar seperti Samsung, SK hynix, dan Micron untuk memenuhi kebutuhan komponen berbagai perangkatnya.
Kehadiran pemasok baru berpotensi membantu diversifikasi rantai pasok, meski implementasinya diperkirakan dilakukan secara bertahap dan terbatas pada pasar tertentu. Untuk saat ini, seluruh informasi tersebut masih bersumber dari laporan pihak ketiga dan Apple belum secara resmi mengonfirmasinya.
Oleh karena itu, belum ada kepastian mengenai kepastian dan waktu penggunaan chip RAM buatan CXMT benar-benar akan digunakan pada produk Apple yang dipasarkan kepada konsumen.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan