Ilustrasi.
Ilustrasi.

Tips dan Trik

7 Aplikasi untuk Cek Kualitas Udara Saat Karhutla, Pantau Asap dan Polusi

Cahyandaru Kuncorojati • 15 Oktober 2026 13:02
Ringkasnya gini..
  • IQAir, Nafas, Plume Labs, Air Matters, WAQI, dan AirCare dapat membantu memantau kualitas udara saat karhutla.
  • Perhatikan AQI, PM2.5, dan PM10 untuk mengetahui perubahan polusi, tetapi angka aplikasi tidak memastikan sumber partikulat berasal dari asap kebakaran.
  • Padukan pemantauan kualitas udara dengan informasi resmi karhutla dan kurangi aktivitas luar ruangan saat asap memburuk.
Jakarta: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat kualitas udara memburuk, terutama ketika asap menyebar ke kawasan permukiman. 

Untuk mengetahui kondisi udara di sekitar tempat tinggal, masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi pemantau kualitas udara yang menyediakan data polusi secara real-time, prakiraan, hingga peringatan ketika kondisi memburuk.

Namun, angka kualitas udara perlu dibaca dengan tepat. Aplikasi pemantau polusi tidak selalu dapat memastikan apakah partikulat berasal dari asap karhutla atau sumber lain. Karena itu, informasi kualitas udara sebaiknya dipadukan dengan perkembangan kebakaran dan arahan resmi pemerintah.

Berikut tujuh aplikasi dan layanan yang bisa digunakan untuk memantau kualitas udara selama karhutla.
 

1. IQAir AirVisual

IQAir AirVisual menyediakan data kualitas udara terkini, riwayat pengukuran, prakiraan hingga tujuh hari, serta peringatan saat polusi meningkat. Parameter yang ditampilkan mencakup PM2.5, PM10, ozon, nitrogen dioksida, karbon monoksida, dan sulfur dioksida.

Saat kabut asap melanda, pengguna dapat memperhatikan konsentrasi PM2.5 dan PM10 untuk memahami kondisi partikulat di wilayahnya. Data IQAir berasal dari jaringan stasiun pemerintah, sensor terverifikasi, dan sumber lainnya.
 

2. Nafas Indonesia

Nafas cocok bagi pengguna yang ingin memantau kualitas udara di kota atau area tempat tinggal di Indonesia. Aplikasi ini menampilkan indeks kualitas udara (AQI), konsentrasi PM2.5, suhu, kelembapan, histori, serta prakiraan.

Informasi dari lokasi terdekat disebut diperbarui setiap 10 menit. Fitur notifikasi juga membantu pengguna mengetahui perubahan kualitas udara tanpa harus terus-menerus membuka aplikasi.
 

3. Plume Labs

Plume Labs menyediakan peta kualitas udara, data PM2.5 dan PM10, serta sejumlah polutan lain seperti NO2 dan ozon. Aplikasi ini juga menawarkan prakiraan dan notifikasi ketika terjadi lonjakan polusi.

Kombinasi pengukuran darat, citra satelit, dan pemodelan berbasis machine learning digunakan untuk menghasilkan prediksi kualitas udara.
 

4. Air Matters

Air Matters menyediakan informasi AQI dan polutan dari lebih dari 180 negara, disertai prakiraan cuaca. Layanan ini berguna ketika pengguna perlu membandingkan kondisi udara di beberapa lokasi, misalnya sebelum melakukan perjalanan ke wilayah yang terdampak asap.
 

5. World Air Quality Index (WAQI)

Tidak ingin memasang aplikasi tambahan? World Air Quality Index bisa diakses melalui browser. Layanan ini menampilkan peta kualitas udara dari berbagai sumber pemantauan.

Perlu diperhatikan bahwa data yang ditampilkan dapat belum tervalidasi ketika pertama dipublikasikan dan masih bisa diperbarui. Gunakan hasilnya sebagai gambaran kondisi udara, bukan satu-satunya dasar untuk menentukan keamanan beraktivitas.
 

6. AirCare

AirCare menawarkan tampilan informasi kualitas udara yang lebih sederhana. Layanan ini dapat membantu pengguna memahami perubahan AQI dan kondisi lingkungan tanpa harus menafsirkan terlalu banyak parameter teknis sekaligus.
 

7. Kanal Resmi Pemerintah

Aplikasi kualitas udara perlu dilengkapi informasi resmi mengenai perkembangan karhutla. Pantau pemberitahuan pemerintah dan instansi terkait mengenai lokasi kebakaran, penyebaran asap, serta rekomendasi keselamatan.

Langkah ini penting karena angka AQI tidak menjelaskan seluruh penyebab polusi maupun perkembangan kebakaran di lapangan.
 

Cara Membaca Kualitas Udara Saat Karhutla

Jangan hanya memeriksa AQI sekali sehari. Pantau perubahan secara berkala, terutama ketika asap mulai terlihat atau kondisi udara di sekitar terasa memburuk. Perhatikan pula PM2.5 dan PM10, tetapi jangan menganggap angka yang tampak rendah sebagai jaminan bebas risiko.

Anak-anak, penderita asma, serta orang dengan gangguan jantung atau pernapasan perlu memberi perhatian lebih terhadap kondisi udara. Jika asap pekat menyelimuti wilayah, kurangi aktivitas di luar ruangan dan ikuti arahan otoritas setempat.

Aplikasi pemantau udara membantu masyarakat mengambil keputusan berdasarkan informasi, tetapi bukan alat untuk memastikan seseorang aman dari paparan asap. Menggabungkan data polusi dengan informasi resmi karhutla merupakan langkah yang lebih bijak untuk menghadapi perubahan kondisi udara.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA