Temuan tersebut merupakan bagian dari AI Economic Opportunity Report 2026 yang dirilis Public First. Laporan itu menilai AI bukan lagi teknologi pendukung produktivitas, tetapi berpotensi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang mendorong inovasi, penciptaan lapangan kerja, hingga lahirnya model bisnis baru.
| Baca juga: Akamai dan WWT Jawab Tantangan Keamanan di Era Inovasi Kecerdasan Buatan |
Adopsi AI di UKM Masih Rendah
Laporan tersebut mencatat saat ini baru sekitar 14,5 persen UKM di Indonesia yang telah memanfaatkan AI. Angka tersebut masih tertinggal jauh dibandingkan perusahaan berskala besar yang tingkat adopsinya telah mencapai 62,5 persen.Vice President of Government Affairs & Public Policy, Centers of Excellence Google, Markham Erickson, mengatakan kesenjangan tersebut justru membuka peluang ekonomi yang sangat besar apabila lebih banyak UKM mulai memanfaatkan AI.
"Jika lebih banyak UKM mengadopsi AI, Indonesia berpotensi menciptakan nilai ekonomi tambahan hingga Rp910 triliun atau setara 3,8% dari PDB nasional," ujar Markham dalam acara Peluncuran Laporan & Diskusi: Google AI & YouTube untuk Ekonomi Kreatif di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.
Menurutnya, manfaat AI tidak hanya meningkatkan efisiensi pekerjaan, tetapi juga membuka peluang terciptanya produk, layanan, hingga industri baru.
| Baca juga: Google Merilis Gemini 3.6 Flash, 3.5 Flash-Lite, dan 3.5 Flash Cyber untuk Pengembang |
Berpotensi Ciptakan 510 Ribu Lapangan Kerja
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Pemerataan penggunaan AI di UKM diperkirakan dapat mendukung terciptanya sekitar 510 ribu lapangan kerja baru di Indonesia.AI dinilai mampu membantu pelaku usaha mengembangkan inovasi bisnis, mempercepat proses operasional, hingga meningkatkan daya saing di tengah transformasi digital yang semakin pesat.
"AI tidak hanya akan meningkatkan kapabilitas dalam pekerjaan yang sudah ada, tetapi juga mendorong lahirnya produk, layanan, dan bahkan industri baru. Dan ini bukan lagi sekadar potensi di masa depan. Transformasi tersebut sudah mulai kita lihat hari ini," kata Markham.
| Baca juga: Google Cloud Perkuat Implementasi Agentic AI di Indonesia, Fokus Dorong Adopsi AI Skala Besar |
Google Sebut AI Harus Jadi Mitra Kreativitas
Sementara itu, Country Director Google Indonesia Veronica Utami mengatakan teknologi AI seharusnya menjadi alat yang memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya.Menurut Veronica, dampak ekonomi ekosistem digital sudah mulai terlihat. Berdasarkan YouTube Impact Report terbaru, ekosistem kreatif YouTube telah menyumbang lebih dari Rp8,4 triliun terhadap PDB Indonesia dan mendukung lebih dari 190 ribu lapangan kerja sepanjang 2025.
"Saat kita memasuki era AI, sinergi antara teknologi dan kreativitas manusia menjadi jauh lebih penting. Google dan YouTube berkomitmen untuk terus menjadi mitra yang terpercaya dalam membangun ekonomi digital dan ekonomi kreatif Indonesia yang dinamis dan berdaya AI," pungkas Veronica.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda