Foto: Microsoft
Foto: Microsoft

Pakai AI, UMKM Ternate Sekarang Naik Kelas

Mohamad Mamduh • 16 April 2026 14:11
Ringkasnya gini..
  • Para pelaku usaha di Ternate mulai mentransformasi bisnis tradisional mereka.
  • Melalui AI, Junaidi belajar merancang konten media sosial dan label produk yang menarik untuk menjangkau pasar internasional.
  • Produk lokal dari kepulauan terpencil pun kini memiliki peluang yang sama untuk bersaing di pasar global.
Jakarta: Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini merambah ke Indonesia Timur, membawa angin segar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Maluku Utara. Melalui program AILeap Nusantara yang merupakan bagian dari Pekan Inovasi AI, para pelaku usaha di Ternate mulai mentransformasi bisnis tradisional mereka menjadi entitas yang lebih modern dan kompetitif.
 
Kisah inspiratif datang dari Alfitrah (23), pemilik usaha Kerupuk & Peyek Takoma yang telah berdiri sejak 1998. Selama hampir tiga dekade, usahanya berjalan dengan metode pemasaran dan kemasan yang nyaris tidak berubah karena kekhawatiran akan biaya desain yang tinggi.
 
Namun, setelah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Microsoft Elevate berkolaborasi dengan Fokus Target Solusi, Biji-Biji Initiative, dan Alkademi, Alfitrah mulai melihat AI sebagai mitra diskusi, bukan pengganti kreativitas.

Dengan bantuan Microsoft Designer dan Microsoft Copilot, Alfitrah berhasil merombak logo dan kemasannya menjadi lebih profesional serta ramah lingkungan. Ia bahkan mengeksplorasi ide produk inovatif berupa kerupuk berbahan limbah tulang ikan untuk meningkatkan keberlanjutan usahanya. "Teknologi ini membuat pelaku usaha daerah bisa lebih kreatif dan kompetitif tanpa harus menunggu modal besar," ujar lulusan arsitektur tersebut.
 
Dampak serupa dirasakan oleh Junaidi Dahlan, bendahara Kelompok Tani Hutan Buku Manyeku di Pulau Hiri. Sejak 2017, kelompoknya mengelola penyulingan minyak cengkeh, namun terkendala dalam menyusun narasi produk dan strategi pemasaran digital.
 
Melalui AI, Junaidi belajar merancang konten media sosial dan label produk yang menarik untuk menjangkau pasar internasional. Ia menekankan bahwa hasil AI tetap harus disesuaikan dengan konteks nyata di lapangan.
 
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengapresiasi inisiatif ini yang diluncurkan pada awal 2026. Beliau berharap pelatihan serupa dapat diperluas ke sektor lain, termasuk bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) guna meningkatkan produktivitas kerja.
 
Arief Suseno, AI Skills Director Microsoft Indonesia, menambahkan bahwa akses terhadap keterampilan AI sangat krusial untuk meningkatkan daya saing UMKM daerah dalam merencanakan dan mengembangkan bisnis mereka.
 
Inisiatif ini membuktikan bahwa keterbatasan infrastruktur bukan lagi penghalang utama untuk maju. Dengan keberanian untuk mencoba teknologi baru, produk lokal dari kepulauan terpencil pun kini memiliki peluang yang sama untuk bersaing di pasar global.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA