Head of Business Marketing APAC TikTok, Ng Chew Wee.
Head of Business Marketing APAC TikTok, Ng Chew Wee.

AI Bikin Aplikasi Makin Mudah, tapi Separuh Langsung Dihapus Pengguna

Cahyandaru Kuncorojati • 19 Juni 2026 08:37
Ringkasnya gini..
  • AI memangkas waktu pengembangan aplikasi dari 6 bulan menjadi 1-3 bulan.
  • Lebih dari 1 juta aplikasi diluncurkan sepanjang tahun lalu.
  • TikTok menyebut lebih dari 50% aplikasi dihapus dalam 30 hari pertama.
Singapura: Kehadiran kecerdasan buatan (AI) membuat proses pengembangan aplikasi menjadi jauh lebih cepat dibanding beberapa tahun lalu. Namun di balik kemudahan tersebut, persaingan memperebutkan perhatian pengguna justru semakin sengit.
 
Hal itu diungkapkan Head of Business Marketing APAC TikTok, Ng Chew Wee, saat membuka TikTok Apps Summit 2026 di Singapura, Kamis (18/6).
 
Menurutnya, AI telah menurunkan hambatan masuk bagi pengembang aplikasi. Kini, seseorang tidak lagi membutuhkan kemampuan pemrograman yang sangat mendalam untuk membangun sebuah aplikasi.

"Kita melihat AI telah menurunkan hambatan masuk. Menjadi lebih mudah bagi siapa pun untuk membuat aplikasi. Anda tidak lagi membutuhkan pengetahuan coding atau keahlian yang sangat mendalam," ujar Ng Chew Wee dalam presentasinya.
 
Ia menjelaskan bahwa AI mempercepat seluruh proses pengembangan, mulai dari ide, eksekusi, hingga peluncuran ke pasar.
 
Bahkan, sejumlah sumber yang dikutip TikTok menyebut waktu pengembangan aplikasi kini dapat dipangkas hingga hampir 97 persen. Jika sebelumnya sebuah aplikasi membutuhkan rata-rata enam bulan untuk diluncurkan, kini proses tersebut bisa diselesaikan hanya dalam satu hingga tiga bulan.
 
Kemudahan tersebut berdampak langsung pada meningkatnya jumlah aplikasi baru yang hadir di pasar. TikTok mengungkapkan bahwa lebih dari satu juta aplikasi diluncurkan sepanjang tahun lalu. Jumlah tersebut meningkat sekitar 37 persen dibandingkan periode sebelumnya.
 
Namun, pertumbuhan jumlah aplikasi tidak otomatis membuat pengembang lebih mudah meraih pengguna.
 
Ng Chew Wee menilai AI memang "menurunkan lantai" atau mempermudah proses masuk ke industri aplikasi, tetapi pada saat yang sama juga "menaikkan standar" persaingan.
 
"AI telah menurunkan hambatan masuk, tetapi pada saat yang sama juga meningkatkan standar. Dengan semakin banyak aplikasi yang tersedia, menjadi lebih sulit untuk mempertahankan perhatian dan loyalitas pengguna," katanya.
 
TikTok juga membagikan sejumlah data yang menunjukkan tingginya tingkat churn atau kehilangan pengguna di industri aplikasi.
 
Berdasarkan data yang dipaparkan, rata-rata pengguna global memiliki sekitar 80 aplikasi yang terpasang di ponselnya. Namun, hanya sekitar 10 aplikasi atau bahkan kurang yang benar-benar digunakan secara rutin.
 
Ng Chew Wee bahkan mengaku memiliki 208 aplikasi di ponselnya, tetapi hanya menggunakan 12 aplikasi secara aktif.
 
"Saya menghitung sendiri tadi malam. Saya memiliki 208 aplikasi di ponsel saya dan hanya menggunakan 12 di antaranya. Itu hanya sekitar 6 persen," ujarnya.
 
Tantangan terbesar muncul setelah aplikasi berhasil diunduh pengguna. TikTok mengungkapkan lebih dari 50 persen aplikasi yang dipasang akan dihapus dalam 30 hari pertama setelah instalasi.
 
Situasi bahkan lebih berat terjadi di sektor game. Menurut data yang dipaparkan, tingkat churn atau persentase pengguna yang berhenti menggunakan pada aplikasi game dapat mencapai 80 hingga 90 persen hanya dalam satu hari setelah pengguna pertama kali mengunduh dan mencoba permainan tersebut.
 
TikTok menilai tantangan terbesar industri aplikasi saat ini bukan lagi sekadar membangun produk, melainkan mempertahankan perhatian pengguna di tengah banjir aplikasi baru.
 
Dengan semakin cepatnya proses pengembangan berkat AI, pengembang kini harus bersaing lebih keras untuk memastikan aplikasinya tetap digunakan dan tidak berakhir dihapus dalam hitungan hari.
 
"Kini lebih mudah meluncurkan aplikasi, tetapi jauh lebih sulit mempertahankan perhatian pengguna," kata Ng Chew Wee
 
 

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA