Tinggi Permintaan, Xiaomi Genjot Produksi Smartphone

Lufthi Anggraeni 14 Februari 2018 17:16 WIB
xiaomi
Tinggi Permintaan, Xiaomi Genjot Produksi Smartphone
Head of Xiaomi South Pacific Region dan Country Manager Xiaomi Indonesia Steven Shi.
Jakarta: Xiaomi mengaku permintaan terhadap produk kelas entry-level terbarunya, Redmi 5A, tinggi. Hal ini terlihat dengan penjualan yang selalu habis di setiap kesempatan, namun masih banyak konsumen yang mencari produk ini.

"Tidak hanya produk terbaru, kami juga terus berupaya untuk mempererat kerja sama dengan Satnusa untuk mengenjot produksi perangkat kami sebelumnya, Redmi 5A. Smartphone kami ini diterima sangat baik oleh konsumen Indonesia, terbukti dengan flash sale yang selalu habis," ujar Head of Xiaomi South Pacific Region dan Country Manager Xiaomi Indonesia Steven Shi.

Fenomena penjualan kembali Redmi 5A di ranah offline dengan harga lebih mahal dibandingkan dengan harga yang disarankan Xiaomi disayangkan oleh Shi. Menurutnya, Xiaomi tidak pernah mendorong pasar offline memasarkan produknya tersebut dengan harga lebih tinggi.


Namun, hal ini dinilai membantu mendorong konsumen untuk lebih memanfaatkan jalur online guna dapat memperoleh perangkatnya. Sebab jalur online menjadi fokus utama pada strategi pemasaran Xiaomi, karena dinilai mampu mencakup lebih banyak konsumen di wilayah lebih luas.

Disinggung soal rencana menghadirkan Mi Store online serupa Tiongkok, Shi mengaku hingga saat ini belum memiliki rencana ke arah tersebut.

Sebab pasar Indonesia dinilainya masih merupakan pasar baru bagi Xiaomi, sehingga akan membutuhkan waktu untuk menghadirkan rangkaian produk di ekosistem Xiaomi lainnya di Indonesia.

Meskipun demikian, Shi menyebut Xiaomi akan memboyong perangkat dalam ekosistemnya ke Indonesia sedikit demi sedikit di masa mendatang. Shi juga mengaku mempersiapkan produk pendukung ekosistem karya Xiaomi khusus untuk pasar Indonesia.

Selain itu, menyoal penawaran harga yang dinilai mampu merusak harga pasar perangkat berspesifikasi serupa, Xiaomi mengaku tidak mempedulikan kompetisi dan tidak menilai penawaran harganya akan merusak harga pasar perangkat sejenis.

Shi mengaku Xiaomi hanya berupaya menghadirkan perangkat terbaik dalam rentang harga yang sesuai. Selain itu, Shi juga menjelaskan bahwa Xiaomi hanya berkomitmen untuk menjadi teman dari konsumennya, sehingga berupaya mewujudkan umpan balik dari pengguna pada perangkat generasi selanjutnya.



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.