Badan pengawas Australia menuntut Samsung ke pengadilan karena iklan yang kurang tepat.
Badan pengawas Australia menuntut Samsung ke pengadilan karena iklan yang kurang tepat.

Samsung Dituduh Kelabui Konsumen Soal Iklan Galaxy S

Teknologi samsung
Lufthi Anggraeni • 06 Juli 2019 12:50
Jakarta: Badan pengawas Australia mendaftarkan tuntutan kepada Samsung terkait klaim bahwa ponsel Galaxy karyanya aman saat dibawa ke dalam air. Pada tahun 2016, Samsung merilis ponsel dengan sertifikasi tahan air IP68 pertamanya, yaitu Galaxy S7.
 
Kemudian seluruh ponsel karya Samsung berbekal sertifikasi IP68 untuk daya tahan terhadap air dan diiklankan kepada konsumen sebagai ponsel ramah air. Australian Competition and Consumer Commission (ACCC) mengajukan tuntutan untuk hal ini dan disebutnya sebagai iklan yang salah.
 
CNET melaporkan terdapat dua komponen utama dari tuntutan ACCC kepada Samsung. Pertama, iklan Samsung mengindikasikan bahwa merendam ponsel Galaxy di bawah air dengan kedalaman 1.5 meter selama maksimal 30 menit, tanpa menyebabkan kerusakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua, Samsung mengiklankan ponsel digunakan di pantai dan kolam renang, meski sertifikasi IP68 ini hanya berlaku untuk air tawar. ACCC mengkaji lebih dari 300 iklan Samsung sebagai dasar dari klaimnya.
 
Ponsel bersertifikasi IP68 secara teknis berbekal kemampuan tahan air, bukan anti air, dan secara spesifik untuk kedalaman hingga 1.5 meter dan maksimal selama 30 menit. Ponsel bersertifikasi IP67, seperti Galaxy S6 2014, tahan air maksimal selama 30 menit pada kedalaman maksimal satu meter.
 
ACCC secara spesifik mengacu pada ponsel yang dipasarkan mulai tahun 2016. ACCC mengklaim bahwa Samsung menolak klaim garansi konsumen yang melaporkan kerusakan ponsel akibat tekanan air.
 
Badan pengawas ini juga mencatat bahwa situs Samsung mengklaim Galaxy S10, ponsel unggulan Samsung keluaran awal tahun 2019, tidak disarankan untuk digunakan saat beraktivitas di pantai atau kolam renang.
 
Sementara itu, Samsung mengaku telah mengetahui tuduhan ACCC ini dan berencana untuk membela perusahaannya di pengadilan. Samsung juga yakin bahwa perusahaannya menyediakan konsumen solusi gratis kepada pelanggan dengan cara konsisten sesuai kewajiban Samsung dan Hukum Konsumen Australia.
 
Sebelumnya, lebih dari 10 juta pengguna berhasil dikelabuhi untuk menginstal aplikasi Samsung palsu bernama Update for Samsung. Aplikasi ini mengarahkan pengguna ke situs beriklan dan berbayar untuk mengunduh firmware.
 
Analis malware dari CSIS Security Group Aleksejs Kuprins mengaku telah menghubungi Google Play Store dan meminta mereka mempertimbangkan menghapus aplikasi tersebut.
 
Kuprins juga menyebut bahwa aplikasi ini memanfaatkan kesulitan dalam memperoleh update firmware dan sistem operasi untuk ponsel Samsung, sehingga jumlah pengguna yang terkelabuhi dan menginstal aplikasi ini tergolong tinggi.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif