Ilustrasi
Ilustrasi

Kaspersky Blokir 140 Juta Upaya Phishing di Q1 2026, Banyak yang Pakai AI

Mohamad Mamduh • 10 Juli 2026 16:13
Ringkasnya gini..
  • 45% di antaranya mengaku telah menjadi korban serangan siber, seperti peretasan akun media sosial, kebocoran data, hingga infeksi malware.
  • Penipuan kini semakin meyakinkan karena pelaku memanfaatkan data pribadi yang bocor dari insiden pelanggaran data sebelumnya.
  • Penipuan berbasis AI sudah menjadi realitas baru yang sangat sulit diidentifikasi oleh mata manusia.
Jakarta: Lanskap ancaman siber global kian mengkhawatirkan seiring dengan meningkatnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) oleh para pelaku kejahatan.
 
Berdasarkan data terbaru dari perusahaan keamanan siber Kaspersky, teknologi anti-phishing mereka telah berhasil memblokir lebih dari 140 juta upaya phishing dan penipuan di seluruh dunia hanya dalam kuartal pertama (Q1) tahun 2026. Fenomena ini menegaskan betapa masifnya ancaman digital yang mengintai pengguna internet saat ini.
 
Survei global yang dilakukan pusat riset pasar Kaspersky pada Maret 2026 terhadap 7.200 responden di 18 negara—termasuk Indonesia—menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden menghadapi penipuan online dalam setahun terakhir. Sementara itu, 45% di antaranya mengaku telah menjadi korban serangan siber, seperti peretasan akun media sosial, kebocoran data, hingga infeksi malware.

Para ahli dari Kaspersky mengungkapkan bahwa pelaku kejahatan sangat adaptif terhadap tren global. Sebagai contoh, pada Maret 2026, terdeteksi lonjakan aktivitas penipuan yang memanfaatkan momen Piala Dunia 2026, di mana para penipu membuat situs web palsu yang meniru kanal resmi turnamen untuk memikat korban.
 
Tidak hanya itu, penipuan kini semakin meyakinkan karena pelaku memanfaatkan data pribadi yang bocor dari insiden pelanggaran data sebelumnya atau infeksi malware infostealer untuk menyusun pesan yang sangat tertarget.
 
Merespons ancaman berbasis AI yang kian canggih ini, Kaspersky memperkuat lini produk Kaspersky Premium miliknya dengan teknologi deteksi berbasis AI dan Machine Learning (ML). Untuk memberikan transparansi dan kemudahan bagi pengguna Windows dan macOS, seluruh kemampuan proteksi ini kini dikelompokkan ke dalam satu blok khusus bernama Perlindungan Penipuan bertenaga AI.
 
Fitur-fitur komprehensif di dalamnya mencakup pemeriksa Kebocoran Data, Pencurian Identitas, Kaspersky Password Manager, hingga teknologi perlindungan perilaku seperti System Watcher untuk memantau aktivitas mencurigakan secara real-time. Sementara untuk versi seluler, sistem perlindungan ini tetap berjalan otomatis di latar belakang.
 
Marina Titova, Wakil Presiden Bisnis Konsumen di Kaspersky, menekankan bahwa penipuan berbasis AI sudah menjadi realitas baru yang sangat sulit diidentifikasi oleh mata manusia. Oleh karena itu, mengandalkan kewaspadaan diri saja tidak lagi cukup.
 
Integrasi AI canggih ke dalam solusi Kaspersky dirancang untuk melindungi setiap aspek interaksi digital pengguna secara langsung dan proaktif.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA