Verry Zhu, Commercial Country Product Manager SMB Desktop & All-in-One, Asus Indonesia.
Verry Zhu, Commercial Country Product Manager SMB Desktop & All-in-One, Asus Indonesia.

Data Bicara, AIO PC di Indonesia Sedang Menuju Business Device

Mohamad Mamduh • 14 Agustus 2026 09:38
Ringkasnya gini..
  • Total addressable market (TAM) AIO PC di Indonesia versi IDC tumbuh dari 290 ribu unit pada 2024 menjadi 300 ribu unit pada 2025.
  • Aktivasi Asus di desktop Home naik 41,1% dan desktop Pro melonjak 125,6% year-on-year pada 1H’26.
  • Pertanyaan yang lebih relevan untuk paruh kedua 2026 bukan lagi AIO atau desktop.
Jakarta: Perspektif Verry Zhu, Commercial Country Product Manager SMB Desktop & All-in-One, Asus Indonesia. Membedah data pengiriman, penjualan, dan aktivasi Windows AIO PC komersial di Indonesia sepanjang 2025 hingga paruh pertama 2026.
 
Selama bertahun-tahun, all-in-one PC (AIO) diperlakukan sebagai pemain pinggiran di pasar komputer Indonesia, dibeli karena hemat ruang, bukan karena kebutuhan bisnis yang serius. Data internal dan riset pihak ketiga terbaru menunjukkan cerita yang mulai bergeser.
 
Total addressable market (TAM) AIO PC di Indonesia versi IDC tumbuh dari 290 ribu unit pada 2024 menjadi 300 ribu unit pada 2025. Pertumbuhannya terlihat moderat di permukaan, tapi menyimpan sinyal struktural yang lebih menarik jika dibedah lebih dalam, terutama di segmen komersial yang selama ini jarang jadi sorotan dibanding laptop.
 
Sinyal pertumbuhan yang sangat kuat ke arah business device ada pada komposisi aktivasi Windows. Pada 2025, hanya 7,3% aktivasi Windows di AIO PC yang memakai edisi Pro, sisanya edisi Home yang lebih identik dengan pemakaian personal.
 
Memasuki kuartal pertama 2026, porsi Windows Pro di perangkat PC All-in-One melonjak ke 15,9%, lebih dari dua kali lipat dalam waktu singkat. Meski demikian, di sisi lain, porsi Windows Home juga naik dari 33,9% ke 35,9%.
 
“Lonjakan porsi Windows Pro ini penting dibaca bukan sekadar angka, tapi sebagai indikasi pergeseran fungsi. AIO PC di Indonesia mulai dipakai sebagai perangkat kerja utama di lingkungan bisnis, bukan lagi cuma komputer rumah yang kebetulan bentuknya ringkas,” sebut Verry, Commercial Country Product Manager SMB Desktop & All-in-One, Asus Indonesia.
 

Pergeseran Peta Perangkat Bisnis

Sepanjang paruh pertama 2026, total aktivasi Windows di kategori desktop (Home dan Pro digabung, semua merek) turun 12,5% year-on-year, dari 86.089 unit menjadi 75.309 unit. Kebalikannya, kategori AIO tumbuh 36% year-on-year pada periode yang sama, dari 61.868 unit menjadi 84.131 unit.
 
Untuk pertama kalinya sejak data ini dicatat, volume aktivasi AIO industri kini lebih tinggi dari desktop tower, sebuah pembalikan yang mudah terlewat kalau kedua kategori ini masih dilihat sebagai satu pasar PC yang sama.
 
“Ini bukan cuma soal preferensi bentuk, tapi cerminan cara kerja yang berubah. Semakin banyak bisnis di Indonesia yang tidak lagi punya alasan kuat untuk pasang tower besar di meja kerja ketika AIO bisa menawarkan kerapian dan performa yang setara,” kata Verry.
 
Justru di tengah kategori desktop yang menyusut, Asus mencatat pertumbuhan tajam. Aktivasi Asus di desktop Home naik 41,1% dan desktop Pro melonjak 125,6% year-on-year pada 1H’26. Hasilnya, pangsa pasar desktop Asus meningkat signifikan dari 7,5% menjadi 13,0% dalam setahun, hampir dua kali lipat.
 
Data Bicara, AIO PC di Indonesia Sedang Menuju Business Device
 
Di kategori AIO, Asus juga tumbuh, aktivasi Home naik 57,4%, melampaui pertumbuhan pasar AIO Home yang 42%, sementara AIO Pro melonjak 398,4%. Pangsa pasar AIO Asus naik dari 28,3% menjadi 33,6%.
 
Namun angka pertumbuhan setinggi itu perlu dibaca dengan hati-hati. Baik lonjakan desktop Pro (825 ke 1.861 unit) maupun AIO Pro (192 ke 957 unit) masih berbasis volume yang sangat kecil, di bawah dua ribu unit. Persentase yang besar di atas basis kecil gampang terdengar dramatis, tapi belum tentu mencerminkan skala bisnis yang sepadan.
 
“Kami senang dengan tren pertumbuhannya, tapi kami tidak mau terjebak merayakan persentase semata. Yang lebih penting kami pantau adalah apakah momentum ini bisa terus dikonversi jadi volume riil, bukan cuma angka YoY yang kelihatan bagus karena base-nya masih tipis,” ujar Verry.
 

Sistem Operasi Jadi Indikasi

Sinyal yang lebih menarik justru ada pada komposisi edisi Windows di dalam penjualan Asus sendiri. Di desktop, porsi unit berbasis Windows Pro terhadap total penjualan Asus naik dari 13,7% pada 2025 menjadi 19,0% pada 1H’26. Di AIO, porsi Pro juga naik, tapi dari basis yang jauh lebih rendah, dari 2,2% menjadi 3,4%. Artinya, desktop Asus kini hampir enam kali lebih condong ke Windows Pro dibanding AIO.
 
“Ini menegaskan bahwa desktop masih jadi form factor pilihan untuk kebutuhan kerja yang lebih dikelola secara IT, sementara AIO masih didominasi kebutuhan yang lebih general purpose meski mulai bergerak ke arah yang sama. Dua kategori ini sebenarnya melayani kebutuhan bisnis yang berbeda, bukan saling menggantikan,” kata Verry.
 
Dari sisi pengguna, benefit AIO terasa langsung. Tidak ada tower yang harus disembunyikan di bawah meja, jadi meja kerja lebih rapi dan lebih hemat ruang, penting untuk workstation yang area kerjanya terbatas. PC dan layar juga sudah jadi satu integrated solution, bukan dua perangkat terpisah yang harus dirakit sendiri, sehingga tampilannya pun lebih profesional. Itu sebabnya AIO banyak dipakai di area yang sering dilihat tamu atau klien, seperti front office, reception, finance, sampai customer service.
 
Dari sisi tim IT, AIO juga lebih mudah dikelola, terutama begitu menggunakan Windows Pro dan business-grade features, dan lebih mudah di-deploy karena satu unit sudah menjadi complete workstation, tinggal dipasang dan langsung dipakai tanpa perlu merakit PC dan monitor terpisah satu per satu. Kalau dirangkum, AIO itu menggabungkan performa PC, monitor, ruang kerja yang rapi, kemudahan deployment, dan manageability tingkat profesional dalam satu paket.
 
Membaca kedua tren ini bersamaan menghasilkan gambaran yang lebih utuh dibanding melihat AIO atau desktop sendiri-sendiri. Asus tumbuh di kategori yang menyusut (desktop) sekaligus di kategori yang melebar (AIO), tapi dengan karakter pembeli yang berbeda; desktop condong ke pembeli korporat yang lebih matang secara IT, AIO masih dalam proses naik kelas dari alat serba guna menjadi perangkat kerja serius.
 
Pertanyaan yang lebih relevan untuk paruh kedua 2026 bukan lagi AIO atau desktop, pertanyaanya adalah apakah Asus bisa mempertahankan laju kenaikan pangsa pasar di kedua kategori sekaligus mendorong porsi Windows Pro terus naik. Ini tanda paling jujur bahwa pertumbuhan ini benar-benar bergerak ke segmen bisnis yang lebih serius, bukan sekadar angka YoY yang menguntungkan karena basis pembandingnya masih kecil.
 
“Target kami sederhana, pangsa pasar yang naik harus dibarengi porsi Pro yang juga naik di kedua kategori. Kalau cuma salah satu yang bergerak, berarti kami baru menang di volume, belum tentu menang di segmen bisnis yang benar-benar kami incar,” tutup Verry.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA