Namun, Asus ExpertBook Ultra memastikan para profesional tetap bisa punya laptop yang punya performa apik dengan mobilitas tinggi. Setelah tiga bulan menjadikannya perangkat kerja utama, mulai dari ruang rapat, kafe perkotaan, hingga perjalanan dinas luar kota, laptop ini menunjukkan kemampuannya sebagai pendamping kerja harian.
Kesan pertama saat mengangkat laptop ini adalah bobotnya yang ringan. Pada varian pengujian dengan baterai 70 Wh dan layar sentuh, timbangannya berada di kisaran 1,1 kilogram, tetap sangat nyaman dimasukkan ke dalam ransel tanpa membebani pundak.

Material sasis berbahan paduan magnesium-aluminium dengan lapisan Nano Ceramic Coating terbukti bukan gimik. Selama tiga bulan pemakaian tanpa perlindungan sarung tambahan, permukaan bodi tidak menunjukkan tanda-tanda lecet akibat gesekan dengan barang lain di dalam tas. Lapisan ini juga efektif mencegah bercak minyak dan sidik jari, menjaga tampilan perangkat tetap bersih dan profesional setiap saat.
Salah satu kendala umum layar OLED pada laptop premium adalah pantulan cahaya yang menyilaukan saat bekerja di dekat jendela atau di bawah lampu kantor yang terang. Asus mengatasi hal tersebut dengan memasangkan panel Tandem OLED 3K (2880 x 1800) bersama lapisan Corning Gorilla Matte.
Hasilnya sangat memuaskan. Teks tampil sangat tajam, kontras hitam pekat khas OLED tetap terjaga, tetapi pantulan cahaya berkurang drastis. Dengan kecerahan puncak mencapai 1400 nits saat memutar konten HDR serta dukungan refresh rate dinamis 120Hz, navigasi antarmuka terasa sangat mulus dan mata tidak cepat lelah meski harus menatap layar selama delapan hingga sepuluh jam sehari.
Sebagai seseorang yang menulis ribuan kata setiap hari, kenyamanan papan ketik memegang peranan krusial. Keyboard ExpertBook Ultra menyediakan jarak tekan (key travel) 1,5 mm yang mantap dengan pantulan tegas.

Berbeda dengan touchpad mekanis tradisional yang cenderung berbunyi klik keras, sensor getar pada touchpad ini memberikan umpan balik sentuhan yang halus, konsisten di seluruh area sentuh, dan sangat hening. Ini menjadi nilai tambah saat menghadiri rapat formal, karena biasanya suara klik berulang kerap mengganggu konsentrasi peserta lain.
Ditenagai oleh prosesor Intel Core Ultra X7 dengan arsitektur generasi terbaru serta grafis Intel Arc B390, laptop ini sanggup menangani beban kerja berat. Membuka puluhan tab peramban, memproses lembar kerja data berukuran ratusan megabita, hingga melakukan pengeditan video singkat berjalan sangat responsif.
Soal AI, ada Asus MyExpert. Fitur peredam kebisingan dua arah berbasis AI menyaring suara latar secara efektif selama panggilan konferensi, bahkan ketika rapat dilakukan di tengah suasana kafe yang ramai. Menariknya, sistem pendingin kipas ganda bekerja sangat tenang pada mode Standard; bodi laptop hanya terasa hangat wajar di area ventilasi atas tanpa membuat area sandaran tangan terasa panas.

Baterai 70 Wh pada ExpertBook Ultra memberikan daya tahan yang solid. Untuk pola penggunaan kantor normal seperti mengetik, browsing, memeriksa email, dan beberapa panggilan video singkat, laptop ini mampu bertahan antara 10 hingga 12 jam dengan sekali pengisian daya. Pengguna dapat bepergian sepanjang hari kerja tanpa harus selalu membawa adaptor pengisi daya.
Ketika daya habis, adaptor 90W USB-C mampu mengisi baterai secara cepat. Kehadiran port yang lengkap meliputi dua port Thunderbolt 4, dua port USB-A reguler, dan port HDMI 2.1, juga meniadakan kebutuhan untuk membawa adaptor konverter tambahan.
Setelah tiga bulan pengujian intensif, Asus ExpertBook Ultra membuktikan bahwa laptop bisnis ultra-ringan tidak harus mengorbankan performa, kelengkapan port, maupun daya tahan baterai. Kombinasi layar Tandem OLED matte, sasis nano keramik yang tangguh, serta komputasi bertenaga AI menjadikannya salah satu mesin kerja Windows paling kompeten bagi kalangan eksekutif dan profesional modern saat ini.