Komentar Bos Netflix Soal Pelecehan Seksual di Lingkungan Kerja

Ellavie Ichlasa Amalia 08 November 2018 10:20 WIB
netflix
Komentar Bos Netflix Soal Pelecehan Seksual di Lingkungan Kerja
CEO Netflix Reed Hastings. (Wikimedia Commons)
Jakarta: CEO Netflix Reed Hastings bercerita tentang seorang kolega yang menjadi korban pelecahan seksual dalam gala Women in the Workplace yang diadakan Wall Street Journal.

Tujuannya adalah untuk mendemonstrasikan mengapa korban biasanya enggan untuk melaporkan kejadian yang mereka alami, lapor Quartz.

"Statistik tidak akan mengubah hati seseorang, tapi cerita," kata Hastings. Dia bercerita seorang kolega Netflix menjadi korban pelecehan seksual selama dua tahun dari atasan pria. Namun, dia tidak melaporkan kejadian itu karena takut tidak akan ditanggapi dengan serius, atau justru dia akan dipecat karena melaporkan hal itu. 


"Akhirnya, salah satu koleganya melaporkan kejadian itu dan setelah kami mengetahui apa yang terjadi, kami segera melakukan penyelidikan dan memecatnya," kata Hastings, seperti yang dikutip dari Business Insider.

"Setelah itu, saya mulai mengenal sang korban, dia menjelaskan bahwa dia sangat senang dengan pekerjaannya dan dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika dia melaporkan kejadian ini. Dia bahkan tidak yakin kami akan mau mmenangani kasusnya. Dia tidak tahu apakah kami akan memecat pelaku. Dan Anda tahu, sang korban adalah seorang profesional yang sangat kompeten."

Hastings menambahkan, "Melaporkan pelecehan seksual memiliki risiko tinggi dan itulah alasan mengapa banyak orang tidak melaporkannya."

Hastings berkata, dia mencoba menceritakan kisah ini berkali-kali di hadapan pegawai Netflix, dengan tujuan agar mereka mengerti cara berpikir sang korban. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.