Strategi Netflix Berikan Pengalaman Terbaik di Ponsel
VP of Product Netflix Todd Yellin
Jakarta: Netflix menyebut tengah fokus pada platform mobile untuk memberikan pengalaman menonton yang tidak kalah seru disbanding menonton lewat perangkat lain yang punya ukuran layer lebih besar.

Selain personalisasi, Netflix memakai algoritma dan pembelajaran mesin untuk mengetahui sikap manusia saat menonton via smartphone.

“Sekitar dua per tiga pengguna Netflix menonton dari smartphone,” kata VP of Product Netflix Todd Yellin dalam acara See What’s Next Asia.


Ia mengungkapkan, tantangannya adalah ukuran layar smartphone yang tidak besar, dan konsumsi data yang juga tidak kecil. Untuk personalisasi, Netflix menerapkan fitur tagar, yang memberikan referensi singkat ketika pengguna melihat satu judul film.

“Satu film punya belasan tagar. Pengguna tidak akan melihat semua tagar ini. Kita tampilkan yang sesuai saat mereka mencari film dengan tema tertentu.”

Dari halaman depan, Netflix mencoba mengurangi jumlah tulisan dan gambar yang dirasa terlalu banyak. Satu halaman depan menampilkan Sembilan judul film, yang terbagi dalam tiga kategori. Ini dinilai proporsional, dan setiap judul film punya satu poster yang ukurannya tidak terlalu kecil.

Pengalaman menonton di ruang keluarga pastinya tidak sama dengan menonton via ponsel. Pengguna smartphone gemar memutar film secara horizontal, dan perkembangan tren embuat konsumen makin gemar menonton video secara vertikal.

Netflix sadar akan hal tersebut, dan mereka ikut menerapkan mode vertikal. “Kita juga bisa tampilkan cuplikan dalam mode vertikal. Durasinya sekitar 30 detik.”

Tantangan berikutnya yang dilihat adalah pasar Asia yang punya banyak pengguna smartphone. Sayangnya, kecepatan jaringan di beberapa negara tidak sebaik di Eropa atau AS. Selain itu, kapasitas penyimpanan juga merupakan satu aspek yang harus diperhitungkan.

Director of Algorithm Anne Aaron mengatakan Netflix punya berbagai cara untuk menutup masalah ini.

“Beberapa negara di Asia punya bandwidth internet yang rendah, paket data internet yang tak fleksibel, dan penyimpanan ponselnya terbatas. Strategi kita adalah modifikasi pada video encoding,” kata Anne.

Pada tahun 2011, Netflix memasang satu format untuk semua film. Empat tahun kemudian, mereka mulai mengolah encoding per judul film. Saat itu, mereka paham metode pengolahan film animasi tidak sama dengan film nyata.

“Pada tahun ini, kita terapkan Per Shot Encoding.” Pengolahan video kali ini berdasarkan satu adegan, yang mungkin punya efek dan detil objek lebih banyak dari adegan lain.

Dengan begitu, optimalisasi kualitas video akan berdampak pada konsumsi data yang lebih rendah. Anne mengklaim metode ini lebih hemat 64 persen untuk konsumsi bandwidth, dari 750Kbps menjadi 270kbps.

Ia juga mengatakan saat ini, data sebesar 4GB setara dengan menonton Netflix selama 26 jam. “Target kami berikutnya adalah data 4GB setara dengan menonton selama 33 jam.”



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.