Masih belum diketahui seberapa efektif pemblokiran ini.
Masih belum diketahui seberapa efektif pemblokiran ini.

Operator Selandia Baru Blokir Situs yang Tampilkan Video Penembakan Massal

Teknologi internet
Ellavie Ichlasa Amalia • 19 Maret 2019 09:44
Jakarta:Penyedia layanan internet (ISP) di Selandia Baru memblokir akses ke situs yang menolak menghapus video dari penembakan massal yang terjadi pada hari Jumat lalu.
 
Menurut Bleeping Computer, situs sepreti 4chan, 8chan, LiveLeak, dan situs berbagi file Mega telah diblokir oleh para ISP seperti Vodafone, Spark, dan Vocus. Para ISP itu tampaknya memblokir situs-situs tersebut pada level DNS karena mereka menolak menghapus video brutal pembantaian.
 
Namun, masih belum diketahui apakah pemblokiran ini akan efektif, karena seseorang bisa saja dengan mudah mengakses situs terlarang itu menggunakan VPN (Virtual Private Network) atau mengubah pengaturan DNS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketika ada video yang terdeteksi, situs akan diblokir sementara dan situs itu akan dihubungi, memintanya untuk menghapus video tersebut," kata Meera Kaushik, External Communications Adviser untuk Vodaphone di Selandia Baru.
 
Menariknya, situs seperti Facebook dan YouTube tampaknya tidak diblokir meski masih ada pengguna yang mengunggah kembali video siaran langsung dari penembakan yang terjadi.
 
Dalam waktu 24 jam setelah penembakan, Facebook mengatakan bahwa mereka telah menghapus lebih dari 1,5 juta video serangan tersebut. YouTube juga mengatakan bahwa mereka telah menghapus video itu dalam jumlah yang sangat banyak.
 
Kemampuan perusahaan media sosial untuk menyaring konten kini dipertanyakan. Sang terduga teroris membagikan tautan ke siaran langsungnya sebelum melakukan aksi teror tersebut. Tidak lama setelah ditangkap, video penembakan terus diunggah kembali ke berbagai situs.
 
Tidak hanya perusahaan media sosial, perusahaan seperti Valve juga berusaha untuk menghapus konten terkait tragedi ini. Valve menghapus 100 profil yang mendukung sang pelaku penembakan.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif