Akun Twitter TNI AU.
Akun Twitter TNI AU.

Cara TNI AU Manfaatkan Media Sosial

Teknologi media sosial twitter
Cahyandaru Kuncorojati • 05 Mei 2019 18:57
Jakarta: Umumnya akun medsos atau media sosial sebuah lembaga negara selalu memberikan jawaban yang formal atau deskriptif. Tidak semua pertanyaan netizen termasuk yang out of context dari lembaga tersebut.
 
Namun, berbeda dengan akun media sosial TNI Angkatan Udara (AU) khususnya akun Twitter mereka. Akun Twitter resmi TNI AU termasuk yang sangat aktif dan beberapa kali menjadi perbincangan di antara netizen Indonesia.
 
"Kita buat Twitter itu di 6 Juni 2012. Awalnya hanya sebagai pusat informasi kepara masyakarat atau rakyat. Ini lho yang kita kerjakan. Karena kita bertugas di biayai oleh rakyat, alutsista kita juga dibeli dari uang pajak yang dibayarkan," tutur Kasubdispenum Dispen AU, Kolonel (SUS) Muhammad Yuris.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, dia menyebut bahwa media sosial ini ditujukan untuk menarik minat kalangan muda yaitu mereka yang baru menyelesaikan bangku SMA bergabung ke TNI AU. Menurut Yuris, cara ini jauh lebih efektif ketimbang pakai spanduk atau selembaran poster yang disebarkan.
 
"Kalau pakai spanduk yang lihat dan tahu cuma di sekitar lokasi lanud saja. Dengan media sosial kini calon prajurit yang jauh dari lanud juga banyak yang datang mendaftar," imbuh Yuris.
 
Tidak heran sejak awal admin akun media sosial Twitter TNI AU yang akrab disapa "Airmin" menggunakan bahasa yang santai dan humor. Mereka berusaha menjawab setiap pertanyaan netizen dengan gaya santai tapi tetap membagikan wawasan atau pandangan lembaga TNI AU.
 
"Formula setiap jawaban kami adalah paragraf pertama sifatnya deskriptif dan informatif. Paragaf kedua santai atau humor. Namun, semua jawaban tentu saja sudah dikordinasi terlebih dahulu terutama jawaban yang agak sensitif' jelas Yuris.
 
Yuris mengakui dia menjadi koordinator dari para airmin yang bertugas merespon pengikut akun media sosial TNI AU namun dia tetap menjalankan jalur komando. Jadi Yuris masih haru bertanggung jawab kepada Kadispen AU lalu di atasnya lagi ada Marsekal TNI AU.
 
"Makanya ada respons Airmin yang bisa diberikan dalam waktu 30 detik tapi ada juga yang sejam karena butuh arahan dulu dari Kadispen AU maupun Marsekal TNI AU," ungkap Yuris.
 
Lantas, siapa yang menjadi Airmin? Yuris tidak mau menyebut secara detil tapi Airmin berjumlah hitungan jari. Dia menyebutkan bahwa Airmin diisi oleh perwira menengah yang memiliki masa dinas 15 tahun dengan pemahaman kedirgantaraan yang luas.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif