Facebook Beberkan Alasan Tidak Selalu Blokir Iklan Politik
Facebook mengaku memiliki alasan tersendiri untuk tidak memblokir iklan politik.
Jakarta: Facebook mengaku tidak sepenuhnya memblokir iklan politik yang ditayangkan di jejaring sosial miliknya. Diprotes sejumlah pihak, Facebook menyebut perusahaannya memiliki alasan tersendiri di balik keputusannya tersebut.

Menurut Facebook, iklan politik tidak diblokir sepenuhnya karena dapat berdampak pada kemampuan kandidat dengan dana kampanye terbatas dalam menjangkau masyarakat lebih luas dan dalam meningkatkan jumlah pendukungnya.

Selain itu, Facebook juga menilai bahwa iklan politik dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan isu tertentu dan mendorong masyarakat pada umumnya untuk secara lebih aktif membagikan dan mengedukasi terkait suatu tujuan baik terhadap masyarakat.


Mempertahankan kehadiran iklan politik akibat penilaian bahwa iklan politik memiliki lebih banyak manfaat jika dibandingkan dengan kerugian, Facebook tidak serta merta melupakan faktor keamanan dari sistem di platform miliknya.

Facebook mengaku telah mempersiapkan berbagai cara untuk mencegah penyalahgunaan sistem miliknya, dengan faktor utama adalah transparansi. Transparansi lebih baik disebut Facebook akan mempengaruhi tanggung jawab dan akuntabilitas bagi pengiklan.

Cara itu telah diaplikasikan Facebook di wilayah Amerika Serikat, memungkinkan pengguna melihat organisasi pengelola iklan politik, biaya yang dikeluarkan untuk iklan, dan luas jangkauan dari iklan.

"Pengguna juga dapat melihat usia, jenis kelamin, dan lokasi dari pengguna yang telah terpapar oleh iklan," kata Facebook dalam keterangan resmi kepada Medcom.id.

Facebook juga mengharuskan pengiklan memberitahukan organisasi investor iklan, sebagai bagian dari proses otorisasi yang diluncurkannya pada tahun 2017 lalu, sehingga dapat melakukan proses verifikasi identitas pengiklan.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.