AppsFlyer mengumumkan perolehan pendanaan Seri D bernilai USD210 juta.
AppsFlyer mengumumkan perolehan pendanaan Seri D bernilai USD210 juta.

AppsFlyer Raih Pendanaan Seri D Bernilai Rp2,8 Triliun

Teknologi teknologi startup
Lufthi Anggraeni • 24 Januari 2020 08:06
Jakarta: AppsFlyer mengumumkan perolehan pendanaan Seri D bernilai USD210 juta (Rp2,8 triliun), dipimpin oleh perusahaan ekuitas berbasis di New York, General Atlantic. Perolehan investasi ini berselang tiga tahun setelah pendanaan Seri C, dan menjadikan valuasi AppsFlyer menjadi USD249 juta (Rp3,4 triliun).
 
"Putaran baru ini memungkinkan kami untuk menguatkan misi dalam menyediakan alat yang dibutuhkan para pemasar demi meraih kesuksesan dan mengambil keputusan yang akurat, berdasarkan informasi yang tepat, strategis, serta membantu mendorong inovasi dan transparansi di seluruh industri kami," ujar CEO dan Co-Founder AppsFlyer, Oren Kaniel.
 
AppsFlyer juga menyebut bahwa pendanaan yang diperolehnya ini akan digunakan untuk memperkuat platform terbuka kami bagi mitra dan pengembang pihak ketiga, serta memberi mereka fleksibilitas untuk menambahkan solusi khusus di atas apa yang kami miliki.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini ditujukan AppsFlyer agar mitra dan pengembang dapat bertumbuh dengan penuh percaya diri, serta dapat melindungi bisnis mereka di pasar yang sangat kompetitif seperti Asia Pasifik.
 
Pendanaan seri D yang diperoleh AppsFlyer ini juga didukung oleh sejumlah investor seperti Qumra Capital, Goldman Sachs Growth, DTCP (Deutsche Telekom Capital Partners), Pitango Venture Capital, dan Magma Venture Partners.
 
Sejak seri sebelumnya, AppsFlyer menyebut bahwa tim perusahaannya telah mengalami perkembangan hingga empat kali lipat, sehingga saat ini, AppsFlyer memiliki sebanyak 850 pegawai yang tersebar di 18 kantor di seluruh dunia
 
Bergerak di bidang SaaS, pada tahun ini, AppsFlyer telah membuka kantor ketujuhnya di Asia-Pasifik yaitu di Jakarta, Indonesia. General Atlantic juga telah memperluas portofolionya di wilayah Asia dalam beberapa tahun terakhir, mencakup Ruangguru asal Indonesia hingga Rubicon Research asal India.
 
AppsFlyer mememprediksi pada tahun 2020, wilayah Asia Pasifik akan menggelontorkan nilai pembelanjaan iklan di aplikasi atau app-install ad spend terbesar di dunia, dengan nilai 30 juta dolar AS.
 
Dengan volume dan skala yang masif di wilayah yang lebih mengutamakan pemanfaatan layanan versi mobile terlebih dahulu ini, pemasar dinilai akan lebih sulit untuk menentukan upaya yang perlu dilakukan dalam mengoptimalkan dana pemasaran.
 
AppsFlyer mengklaim produk yang ditawarkannya dapat menyediakan data atribusi akurat, serta dan proteksi dari kejahatan penipuan. Kemampuan ini diklaim memungkinkan pelanggannya, yang merupakan pemasang iklan, menghemat biaya dalam jumlah besar bernilai jutaan dolar.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif