Ilustrasi. (Axios)
Ilustrasi. (Axios)

TikTok Cari Pemimpin Baru Berkebangsaan AS, Kenapa?

Teknologi media sosial amerika serikat teknologi tiktok
Cahyandaru Kuncorojati • 24 Januari 2020 10:47
Jakarta: TikTok dirundung oleh pemerintah Amerika Serikat lantaran induknya dianggap punya ikatan dengan pemerintah Tiongkok. Hal ini membuat mereka tersandung dugaan aplikasi Tiongkok yang membahayakan keamanan Amerika Serikat.
 
Beberapa waktu lalu CEO TikTok Alex Zhu sudah memberikan respon terkait tuduhan itu. Dia mengklaim bahwa TikTok akan menolak campur tangan Tiongkok sebisa mungkin dan melindungi data penggunanya.
 
Kini dikabarkan TikTok justru mau mencari pemimpin baru berkebangsaan Amerika atau lebih bisa mewakili kehadiran TikTok di Amerika Serikat, dikutip dari WCCF Tech. Pemimpin baru ini hanya akan mengurus operasional perusahaan dan iklan, tidak termasuk fungsi teknis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bagaimana dengan Alex Zhu? Zhu masih akan mengisi jabatan penting di TikTok. Dia akan memegang jabatan senior dan masih mengurus operasional teknis dari TikTok. Dikabarkan bahwa Zhu akan tetap bekerja mengurus TikTok di luar kawasan Tiongkok.
 
Proses pencarian pemimpin baru TikTok untuk perwakilan di Amerika Serikat sudah dalam proses wawancara. Mereka menyewa jasa firma Heidrick & Struggles untuk membantu proses seleksi tapi kedua pihak memilih bungkam.
 
Di Amerika Serikat, TikTok sebetulnya sudah punya perwakilan operasional di Los Angeles yang diisi oleh Vanessa Pappas. Kabarnya mereka sedang membangun kantor operasional baru yang kini sudah memiliki 400 pegawai yang juga warga negara Amerika Serikat.
 
Langkah ini disebut akan membantu TikTok memperkuat operasionalnya di Amerika Serikat. Hal ini sejalan dengan laporan bahwa aplikasi TikTok di negara tersebut mulai populer dan menggeser tahta Facebook.
 
CEO Snapchat, Evan Spiegel yang selama ini ditindas oleh Instagram sebagai kompetitor kuatnya justru meyakini bahwa TikTok mampu menyaingi Instagram. TikTok dinilai Spiegel lebih merayakan bakat ketimbang status, dan menggambarkannya sebagai platform bagi masyarakat untuk menghibur orang lain via media.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif