NEWSTICKER
Samsung menerima kritik dari pemegang saham terkait identitas merek dan dibandingkan dengan Apple.
Samsung menerima kritik dari pemegang saham terkait identitas merek dan dibandingkan dengan Apple.

Kata Pemegang Saham Samsung Soal Apple

Teknologi teknologi samsung
Lufthi Anggraeni • 19 Maret 2020 10:13
Jakarta: Pada pertemuan pemegang saham tahunan Samsung Electronics ke-51 di Suwon Convention Center, Korea Selatan, Samsung menerima keluhan dari sejumlah pemegang saham pentingnya. Beberapa dilaporkan mengajukan pertanyaan tersulit yang ditujukan untuk divisi mobile.
 
Mengutip Phone Arena, salah satu pemegang saham mengungkap bahwa anaknya yang duduk di sekolah dasar, ingin membeli iPhone sehingga setara dengan anak-anak lain di seluruh dunia. Namun, pemegang saham ini justru memberikan anak mereka smartphone Samsung karena merupakan pemegang saham.
 
Meskipun demikian, pemegang saham ini ingin mengetahui rencana Samsung dalam memperbaiki identitas merek mereka. Presiden Samsung Mobile Division, DJ Koh, merespon dengan mengakui bahwa perusahaan harus belajar dari kompetitornya di area ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sayangnya, Koh tidak mengungkap rencana jangka panjang atau jangka pendek dari divisinya. Sementara itu, investor berbeda mengkritisi kurangnya kompetitor AirPods Pro saat ini, serta mereka juga bertanya saat Samsung berencana untuk menghadirkan teknologi Active Noise Cancelation pada lini Galaxy Buds.
 
DJ Koh menanggapi hal ini dengan menyebut bahwa hal ini bergantung keputusan hati-hati terkait kapan dan fitur yang harus diperkenalkan untuk memperbaiki produk. Dari kacamata pemegang saham, Apple juga dinilai memiliki performa lebih baik di pasar Tiongkok jika dibandingkan dengan Samsung.
 
Hal ini memicu kritisi karena merek asal Korea Selatan ini hanya mendominasi pangsa pasar sebesar satu persen pada pasar lukratif, menurun dari pangsa pasar digit ganda di awal tahun 2010-an lalu. DJ Koh menyebut bahwa pangsa pasar Samsung di segmen smartphone Tiongkok saat ini sangat mengecewakan.
 
Namun Koh meyakini bahwa perusahaannya dapat mengubah situasi ini. Fokus pada tahun lalu adalah mengorganisasi kembali pengoperasian untuk meningkatkan distribusi dan profitabilitas, dan DJ Koh meyakini bahwa hal ini akan menghadirkan hasil yang baik.
 
Lini waktu spesifik tidak disediakan namun dampak sebenarnya adalah bahwa saat ini belum akan terasa hingga semester kedua tahun 2020. Hal ini utamanya disebabkan oleh pandemik korona yang mendorong penurunan permintaan secara signifikan, meski semua perlahan pulih.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif