Ilustrasi.
Ilustrasi.

Tidak Mencuri, Perampok Justru Minta Akses Wi-Fi

Teknologi internet
Cahyandaru Kuncorojati • 30 Juli 2018 11:29
Jakarta: Internet sudah menjadi unsur penting dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa orang bahkan terpaksa melakukan hal di luar kewajaran demi internet.
 
Misalnya, kasus yang terjadi di kota Palo Alto negara bagian California, Amerika Serikat, yang dikenal sebagai salah satu kota basis perusahaan teknologi terbesar dan terkemuka di dunia.
 
Mengutip laporan Ars Technica, kepolisian setempat mengumumkan bahwa telah terjadi tindak kriminal sejenis perampokan atau masuk ke rumah seseorang tanpa izin oleh seorang yang diketahui berusia 17 tahun pada tanggal 22 Juli 2018 sore hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anehnya, pelaku perampokan tersebut ternyata sengaja membangunkan penghuni rumah dan tidak melakukan perampokan barang di dalam rumah tersebut. Justru perampok tersebut meminta akses Wi-Fi dengan alasan bahwa dia kehabisan kuota data.
 
Beruntung, penghuni rumah yang cukup berani tersebut berhasil melakukan konfrontasi dengan pelaku yang menggunakan topeng untuk menutupi wajah dan menahannya hingga pihak kepolisian datang.
 
Pihak kepolisian kota Palo Alto kemudian melakukan penyelidikan dan tidak menemukan motif jelas dari pelaku memaksa masuk ke dalam rumah korban dan hanya ingin menggunakan Wi-Fi yang ada di rumah tersebut. Dalam penelitian lebih lanjut ditemukan bahwa kasus ini bukan yang pertama kali.
 
Sehari sebelumnya pada tanggal 21 Juli 2018 malam hari, pelaku yang diduga merupakan remaja yang sama juga masuk ke dalam halaman belakang sebuah rumah di Palo Alto. Dia juga menanyakan akses Wi-Fi rumah tersebut namun tidak diberikan. Diketahui ia kemudian mencuri sepeda di halaman belakang.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif