Saat ini, tidak diketahui berapa banyak pengguna Twitter yang mendapatkan peringatan dari Twitter. Menurut pengguna yang mendapatkan peringatan, ada hacker yang hendak mengambil informasi mengenai nomor ponsel, alamat email dan alamat IP mereka.
Dalam email tersebut, Twitter menyebutkan, meski mereka tidak yakin apakah sang hacker telah berhasil mendapatkan informasi yang mereka inginkan, tetapi mereka percaya, orang-orang yang mereka kirimkan email adalah sasaran dari para hacker.
"Saat ini, kami belum memiliki bukti bahwa mereka (hacker) berhasil mendapatkan informasi yang ada pada akun Anda, tetapi kami akan melakukan investigasi lebih lanjut," tertulis pada surat yang Twitter kirimkan pada Coldhak, sebuah organisasi nirlaba yang mengunggah email yang mereka dapatkan dari Twitter.
"Kami harap kami memiliki informasi lebih yang dapat kami beritahukan, tetapi sekarang, kami belum punya informasi lain."
Dalam emailnya, Twitter juga menyarankan para pengguna untuk menjadi lebih berhati-hati untuk memastikan informasi pribadi mereka tetap terlindungi. Salah satu saran yang mereka berikan adalah penggunaan Tor, sebuah software yang memungkinkan penggunanya untuk menjelajah internet secara anonim.
Dikutip dari CNET, beberapa pengguna Twitter yang mengaku mendapatkan peringatan dari Twitter adalah jurnalis atau peneliti keamanan. Seorang juru bicara Twitter telah mengkonfirmasi kebenaran berita ini, meski dia menolak untuk memberikan komentar.
Peringatan yang diberikan oleh Twitter ini mungkin akan mengingatkan Anda akan peringatan yang diberikan oleh Facebook. Hal ini menunjukkan bahwa peretasan yang didukung oleh pemerintah sudah semakin marak.
Selama bertahun-tahun pemerintah Tiongkok dan AS telah sering menuduh satu sama lain akan serangan siber yang terjadi. Belakangan ini, akun media sosial merupakan target yang populer di kalangan para hacker.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News