Adobe Pakai AI untuk Kenali Foto Palsu
Ilustrasi aplikasi Adobe. (Adobe)
Jakarta: Adobe merilis laporan teknologi AI (kecerdasan buatan) yang mampu mengenali sebuah foto palsu dalam hitungan detik.

Dikutip dari Digital Trends, Senior Researcher Adobe Vlad Morariu dalam situs Adobe menyatakan bahwa mereka ingin menanggulangi dampak buruk dari penyuntingan foto untuk hoaks dan ingin ikut meningkatkan kepercayaan terhadap media digital.

Teknologi AI yang tengah dikembangkan oleh Morariu dan perusahaannya diklaim mampu menelusuri jejak penyuntingan yang dilakukan terhadap sebuah foto sehingga dalam waktu singkat bisa mengenali apakah sebuah foto memang asli atau rekayasa.


"Setiap format file berisi metadata yang menyimpan informasi mengenai bagaimana file foto tersebut dihasilkan atau ditangkap oleh kamera dan dimanipluasi atau disunting. Meskipun begitu semua elemen-elemen dalam foto tetap masih bisa mengalami proses penyuntingan sehingga prosesnya lebih sulit dan memakan waktu lebih lama," ungkap Morariu.

Menurutnya teknologi AI menjadi sebuah solusi yang tepat untuk mengembangkan sistem forensik yang digunakan menganalisa sebuah foto asli atau palsu.

Teknologi AI yang dikembangkan Adobe bisa dilatih untuk mengenali foto asli dan palsu sehingga dalam prosesnya bisa lebih cepat mengenali setiap foto yang diberikan.

"Ada tiga fokus yang dianalisis, splicing yakni mengenali bagian dua foto yang berbeda kemudian digabungkan, copy-move untuk mengetahui perpindahan objek di dalam foto serta penggandaan objek di posisi satu ke posisi lain di dalam foto, serta removal yaitu mengetahui bagian atau objek foto yang dihapus dan diisi dengan objek lainnya," jelas Morariu.





(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.