Pembaruan Chrome Dianggap Rusak Privasi

Ellavie Ichlasa Amalia 25 September 2018 10:38 WIB
google
Pembaruan Chrome Dianggap Rusak Privasi
Pembaruan terbaru Chrome mengundang protes dari para kritikus.
Jakarta: Para ahli keamanan memprotes tentang pembaruan paad peramban Chrome milik Google. Mereka menganggap, update itu merusak privasi pengguna. 

Masalah ini kompleks. Namun, masalah utamanya adalah tentang bagaimana dan kapan pengguna memilih untuk masuk ke akun peramban Chrome -- yang berbeda dari sekadar masuk ke layanan Google seperti Gmail.

Pada versi Chrome yang lebih lama, pengguna harus memilih untuk masuk ke akunnya pada Chrome. Dengan begitu, mereka akan bisa menyinkronkan informasi seperti bookmarks, password dan history pada setiap perangkat. 


Fitur ini Google sebut sebagai "Chrome Sync". Memang, ini akan memudahkan pengguna jika mereka menggunakan lebih dari satu perangkat. Tapi, ini juga berarti bahwa data mereka disimpan di server Google, sesuatu yang mungkin membuat sebagian orang khawatir, seperti yang disebutkan The Verge.

Ketika Google merilis Chrome 69, ketika seseorang masuk ke layanan seperti Gmail dan YouTube mereka akan secara otomatis masuk ke Chrome juga. Menurut para kritikus, ini adalah cara curang untuk mendorong pengguna untuk berbagi datanya dengan Google. 

Teknisi dan Manager Chrome, Adrienne Porter Felt lalu memberikan penjelasan tentang perubahan pada Chrome ini. Dia menyebutkan, perubahan ini dibuat untuk mencegah masalah ketika pengguna menggunakan perangkat yang digunakan bersama. 

Felt mengatakan, ketika seseorang menggunakan komputer umum dan keluar dari layanan Google seperti Gmail, mereka akan berpikir bahwa mereka juga sudah keluar dari akunnya pada Chrome.

Padahal, akun mereka di Chrome masih aktif. Dan ini memungkinkan pengguna lain untuk mengakses data pada peramban Chrome. 

Selain itu, Felt juga menyebutkan, masuk ke Chrome bukan berarti Google bisa mengakses data pengguna. Untuk membiarkan data pengguna diakses Google, pengguna harus mengaktifkan Chrome Sync. Namun, para kritikus tidak puas dengan ini. 

Matthew Green, seorang Cryptographer dan Professor di Johns Hopkins University mengatakan bahwa meskipun Chrome Sync tidak otomatis diaktifkan, fakta bahwa pengguna langsung masuk ke akun mereka di Chrome akan mendorong pengguna membiarkan Google mengakses data mereka. 

"Perubahan ini memiliki potensi menciptakan masalah terkait privasi dan kepercayaan pengguna dan Google tampaknya tidak menyadari ini," tulis Green. 

Green menyebutkan, keputusan bagi pengguna untuk mengaktifkan Chrome Sync adalah dark pattern, yaitu trik pada antarmuka sebuah situs atau aplikasi untuk mendorong pengguna untuk melakukan sesuatu.

Dengan membuat pengguna secara langsung masuk ke akunnya di Chrome, Google telah memudahkan pengguna untuk membiarkan mereka mengakses data pengguna. 



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.