BAKTI Sudah Bangun 700 BTS di Tempat Terpencil
Ilustrasi.
Jakarta: Pada tahun 2017, hanya 88,28 persen desa/kelurahan yang sudah terjangkau oleh jaringan 2G.

Untuk jaringan 3G dan 4G, angka tersebut justru lebih rendah lagi. Jaringan 3G hanya menjangkau 75 persen desa/kelurahan sementara jaringan 4G baru menjangkau setengah dari total desa/kelurahan di Indonesia. 

Seolah ini tidak cukup buruk, jaringan telekomunikasi -- khususnya 4G -- juga tidak tersebar dengan merata. Pada gambar di bawah, Anda bisa melihat bagaimana jaringan 3G dan 4G masih sangat terfokus di Jawa dan Sumatera sementara di Papua, jaringan 2G pun masih minim. 



Peta cakupan jaringan telekomunikasi. 

Ketika berkunjung ke kantor Media Group, Anang Latif, Direktur Utama dari BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan informatika) -- yang dulu dikenal dengan nama BP3TI (Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika) -- mengatakan salah satu penyebab kesenjangan ini adalah keengganan operator telekomunikasi membangun jaringan di kawasan yang minim penduduk. Tidak heran, mengingat dari segi bisnis, kawasan tersebut memang tidak menguntungkan. 

"Sejak Telkom diprivatisasi dan Indosat telah menjadi milik asing, mereka menjadi perusahaan profit-oriented. Mereka meninggalkan daerah yang tidak menguntungkan," kata pria yang akrab dengan sapaan Anang ini.

Inilah yang kemudian memunculkan konsep dana USO (Universal Service Obligation). Setiap operator wajib menyumbangkan 1,25 persen dari total pendapatan mereka untuk dana USO, yang kemudian dikelola oleh BAKTI.

Salah satunya, dana tersebut digunakan untuk membangun BTS di kawasan terpencil. Nantinya, operator telekomunikasi akan bisa menggunakan BTS tersebut untuk menyediakan layanan telekomunikasi untuk masyarakat sekitar.

Saat ini, BAKTI telah membangun 700 titik BTS, sebanyak sekitar 600 di antaranya merupakan BTS 2G. Dia bercerita tentang bagaimana masyarakat merasa berterima kasih karena adanya jaringan telekomunikasi.

Sebagian besar BTS ini berada di kawasan perbatasan dan juga Indonesia Timur. Ke depan, BAKTI berencana untuk membangun sekitar 5.000 titik lain hingga akhir 2019. 


Peta penyebaran BTS USO dari BAKTI. 

Anang menjelaskan, target BAKTI adalah untuk membuat Indonesia "merdeka sinyal" pada 2020, sehingga semua kota/kelurahan di Indonesia bisa mendapatkan akses telekomunikasi. Berdasarkan diskusi internal, BAKTI berencana untuk langsung menyediakan jaringan 4G. "Karena sudah tidak ada perbedaan harga antara BTS 2G dan 4G, hanya software-nya saja," katanya. 

Selain infrastruktur, BAKTI juga berusaha untuk mengembangkan ekosistem. "Sebelumnya, kami fokus ke pengembangan infrastruktur," kata Anang. "Sekarang, kita fokus ke ekosistem. Setiap desa yang kita bantu, kami berikan pelatihan tentang cara menggunakan internet yang baik."



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.