Aplikasi Twitter Tinggalkan Windows Phone 8.1
Pengguna perangkat Windows Phone 8.1 tidak lagi dapat menggunakan aplikasi Twitter pada perangkatnya.
Jakarta: Aplikasi Twitter Mobile tidak lagi dapat berfungsi pada perangkat bersistem operasi Windows Phone 8.1 pada tahun 2018. Hal ini dinilai bukan sebagai hal yang mengejutkan, karena Twitter telah mengumumkan akan menghentikan dukungannya untuk platform ini mulai bulan Juni.

Twitter juga meghentikan dukungan untuk perangkat bersistem operasi Windows 10 Mobile yang dirilis sebelum tanggal peluncuran software Fall Creators Update. Situs Twitter pada perambang Internet Explorer versi mobile juga disebut memiliki bug yang secara tidak tepat menampilkan halaman koneksi eror.

Halaman ini akan muncul setelah pengguna mengirimkan tweet baru atau membalas ke tweet yang dikirimkan pengguna lain. Mengetuk tombol Back dilaporkan akan mengembalikan kondisi seperti sedia kala, namun akan kembali terjadi saat pengguna ingin melakukan aktivitas tersebut.


Pengguna perangkat Windows Phone 8.1 disarankan untuk menggunakan aplikasi Twitter pihak ketiga untuk dapat menggunakannya di perangkat. Aplikasi pihak ketiga untuk Twitter telah tersedia sejak Nokia Lumia 530 diluncurkan ke pasar.

Terdapat sejumlah aplikasi pihak ketiga yang dapat ditemukan di toko aplikasi Microsoft Store. Pengguna dapat mencobanya terlebih dahulu sebelum menemukan aplikasi yang disukai.

Sejumlah pilihan aplikasi tersebut termasuk Peregrine, weeTweet, Fake Tweet, dan mo Tweets yang ditawarkan secara gratis, dan Tweetium yang ditawarkan seharga USD2,99 (Rp41.527).

Jika aplikasi pihak ketiga ini tidak memuaskan, pengguna disarankan untuk membeli ponsel baru yang menggunakan sistem operasi Android atau iOS, yang mendukung seluruh aplikasi populer.

Sebelumnya, hakim pengadilan federal memutuskan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak bisa memblokir pengguna Twitter yang mengkritik kebijakannya di media sosial tersebut.

Tujuh pengguna Twitter menuntut Trump pada bulan Juli tahun lalu setelah sang presiden memblokir mereka karena mengkritik dan menghinanya di media sosial.

Grup itu menganggap pemblokiran mereka di Twitter adalah pelanggaran atas Amandemen Pertama, yang membahas tentang kebebasan berbicara, kebebasan pers dan hak rakyat untuk menyampaikan petisi pada pemerintah.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.