Layanan MaaS ini hadir sebagai respons atas tren global. Organisasi kini melihat AI lebih dari alat bantu. Ia adalah pekerja digital aktif yang terintegrasi dalam alur kerja perusahaan. Leon Fang, CEO Huawei Cloud Indonesia, menyatakan bahwa kehadiran MaaS bertujuan menyediakan fondasi berperforma tinggi agar pelaku bisnis dapat menghasilkan dampak nyata secara lebih cepat dan aman melalui infrastruktur cloud native.
Huawei Cloud MaaS memanfaatkan mesin akselerasi proprietary yang dikembangkan secara mandiri, memungkinkan perusahaan beralih dari migrasi cloud konvensional menuju bisnis yang digerakkan oleh AI. Platform ini menawarkan akses satu klik dan hosting model siap pakai (out-of-the-box), yang efektif memangkas hambatan teknis bagi pengembang.
Dalam peluncuran ini, Huawei mengintegrasikan enam model sumber terbuka (open-source) kelas dunia dari keluarga GLM, DeepSeek, dan Qwen. Model-model ini dioptimalkan secara khusus untuk dua pilar utama industri: Intelligent Q&A dan AI Coding. Salah satu keunggulannya adalah dukungan untuk model GLM-5 yang menawarkan performa State-of-the-Art (SOTA) dalam tugas coding dan kapabilitas AI agentik yang kompleks.
Kehadiran MaaS di Indonesia juga memperkuat ekosistem AI Huawei yang mencakup CloudMatrix AI Infra, ModelArts, dan DataArts. Huawei juga mengumumkan rencana kehadiran layanan CodeArts dan AgentArts di wilayah Asia Pasifik pada paruh kedua tahun 2026. Seluruh ekosistem ini didukung oleh jaringan infrastruktur yang mencakup 5 Region dan 18 Availability Zones di Asia Pasifik, menjamin latensi rendah hingga 50 ms.
Di kawasan regional, teknologi Huawei telah memberikan dampak. Sebagai contoh, iFLYTEK di Singapura berhasil melatih model bahasa besar hanya dalam 2 minggu, sementara Green and Smart Mobility (GSM) di Vietnam memanfaatkan ModelArts untuk manajemen risiko armada secara real-time.
Huawei menegaskan komitmen jangka panjangnya dengan menginvestasikan 20% dari pendapatan perusahaan untuk riset dan pengembangan (R&D) guna membangun fondasi digital yang tepercaya.
Di Indonesia, Huawei telah beroperasi sejak tahun 2000 dan kini mempekerjakan lebih dari 2.700 karyawan, di mana 90% di antaranya adalah tenaga kerja lokal, demi mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News