Kaspersky menilai berbagai industri, khususnya industri keuangan, harus belajar dari masa lalu.
Kaspersky menilai berbagai industri, khususnya industri keuangan, harus belajar dari masa lalu.

Kaspersky: Insiden Masa Lalu Harus Jadi Pembelajaran

Teknologi teknologi kaspersky
Lufthi Anggraeni • 23 Juli 2020 10:03
Jakarta: Pandemi Covid-19 menjadi masa sulit bagi sebagian besar masyarakat, sebab saat ini, kondisi ekonomi turut terpengaruh oleh keterbatasan ruang gerak yang ditujukan untuk menghentikan penyebaran virus korona.
 
Namun, kondisi ini turut meningkatkan pemanfaatan layanan perbankan online dan e-wallet, khususnya di wilayah di Asia Tenggara. Dan kondisi kurang menyenangkan ini dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab, salah satunya adalah kelompok Lazarus. Karenanya, Kaspersky mengingatkan instansi layanan keuangan di wilayah ini untuk belajar dari berbagai serangan siber yang pernah terjadi.
 
“Masa lalu memberikan kita semacam pengingat yang harus diperhatikan agar dapat membangun hari ini dengan lebih aman. Ini berlaku untuk sektor keuangan dan organisasi lainnya terutama ketika menyangkut keamanan siber,” ujar General Manager Kaspersky Asia Tenggara Yeo Siang Tiong.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai pengingat, Lazarus merupakan kelompok kejahatan siber yang terkenal karena diduga menjadi dalang dari serangan Bank Bangladesh dengan jumlah kerugian mencapai USD81 juta (Rp1,2 triliun) pada beberapa tahun lalu.
 
Yeo menilai sangat penting bagi bank dan lembaga terkait lainnya di Asia Tenggara untuk memahami cara memanfaatkan intelijen ancaman guna memperkuat pertahanan mereka terhadap kelompok kejahatan dunia siber  yang canggih dan menggagalkan upaya jahat apapun terhadap sistem mereka.
 
Sampel malware terkait aktivitas kelompok Lazarus dilaporkan Kaspersky pada laporan sebelumnya muncul di antara lembaga keuangan, pengembang perangkat lunak kasino untuk perusahaan investasi, dan bisnis mata uang kripto di sejumlah negara di dunia.
 
Sejumlah negara tersebut termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand dan Vietnam. Kaspersky mengklaim solusi karyanya dapat mendeteksi malware yang mungkin digunakan Lazarus saat mencoba memasuki sistem di institusi perbankan.
 
Kaspersky mengklaim solusinya dapat memblokir, menganalisis file berbahaya, dan mengingatkan tim TIK organisasi terkait taktik dan teknik yang wajib diwaspadai berdasarkan perilaku serangan grup sebelumnya.
 
Dengan demikian, instansi dinilai Kaspersky akan dapat menghindari serta menyelamatkan atas segala kemungkinan kerugian jutaan orang secara finansial dan profesional. Selain itu, Yeo juga mencatat pentingnya faktor manusia ketika berbicara mengenai pengamanan sistem keuangan.
 
Kaspersky mengutip sebuah laporan dan membuktikan bahwa kasus semacam ini berawal dari serangkaian email spear phishing. Sayangnya, email mencurigakan itu malah diklik oleh seorang karyawan bank yang kurang teliti.
 
Ancaman phishing dan spear phishing terbukti masih ada. Jaringan Kaspersky mendeteksi sebanyak 40.511.257 upaya terkait selama lima bulan pertama tahun 2020, secara global.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif