Ketersediaan spektrum jadi hal utama yang perlu disiapkan Indonesia untuk dorong ekonomi digital.
Ketersediaan spektrum jadi hal utama yang perlu disiapkan Indonesia untuk dorong ekonomi digital.

Spektrum Jadi Hal Utama yang Perlu Dipersiapkan Indonesia

Teknologi teknologi telekomunikasi
Lufthi Anggraeni • 06 Februari 2020 16:11
Jakarta: Ekonomi digital kini menjadi salah satu kekuatan bagi Indonesia, sebab dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukan pertumbuhan pesat berkat kemunculan banyak inovasi. Indonesia juga memiliki banyak keuntungan alami, termasuk berkat ukuran pasar luas dan demografi anak muda.
 
“Indonesia memiliki populasi yang menggiurkan serta minat terhadap teknologi yang sangat tinggi, memungkinkannya mendominasi pasar Asia Tenggara. Tapi Indonesia masih memiliki tantangan yang perlu diselesaikannya untuk berkembang jaringan ke 5G, yaitu spektrum,” ujar Head of Asia Pasific GSMA Julian Gorman.
 
GSMA menyebut Indonesia masih memiliki potensi besar untuk dapat bertumbuh secara lebih signifikan di ranah 4G. Dengan demikian, Indonesia masih perlu mempersiapkan spektrum yang dibutuhkan guna memperluas kehadiran 4G dan mendorong adopsi jaringan ini kepada lebih banyak masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebab saat ini, Indonesia masih memiliki populasi yang belum terjangkau oleh jaringan internet, serta populasi yang telah terjangkau tetapi belum memiliki akses. Sehingga, lanjut Gorman, persiapan menyoal ekosistem jaringan dan pertumbuhan ekosistem dapat dilakukan sebelum kehadiran 5G.
 
Sementara itu menyoal waktu ketersediaan, GSMA menyebut Indonesia harus bergerak cepat dalam menyelesaikan permasalahan yang menghambat percepatan perluasan jaringan 4G, yang mendukung kehadiran jaringan 5G.
 
Sebab dengan berbagai potensi yang dimiliki Indonesia, GSMA menilai hal tersebut tidak hanya menjadikan Tanah Air sebagai pasar besar, tetapi juga pemimpin di bidang spektrum, dan bukan sekadar pengikut, terlebih setelah Indonesia menjadi negara pencetak unicorn terbanyak di Asia Tenggara.
 
Selain itu, GSMA juga menyebut bahwa menjamin ketersediaan spektrum yang dapat dimanfaatkan oleh industri dalam melakukan transformasi digital, serta membebaskan spektrum menjadi hal penting, sebab dapat digunakan dapat digunakan untuk keuntungan ekonomi nasional.
 
Sementara itu dalam laporan terbarunya bertajuk Spotlight on Indonesia: The Imperative of Seizing Mobile Broadband Opportunities now, GSMA memprediksi bahwa sejumlah langkah peralihan era digital ini akan mendorong peningkatan ekonomi Indonesia dengan nilai sebesar USD10,5 miliar (Rp145,3 triliun) pada tahun 2030 mendatang.
 
Angka ini merupakan prediksi GSMA berbasis pada kemampuan untuk menghubungkan 10 juta lebih masyarakat Indonesia ke internet. GSMA mendapuk spektrum 700MHz sebagai spektrum yang paling dapat dimanfaatkan Indonesia dalam mendukung ekonomi digital Tanah Air.
 
Namun, spektrum ini dinilai band yang rumit, sebab saat ini masih ada persaingan antara penyiaran dan jaringan telekomunikasi untuk dapat memanfaatkannya. Head of Spectrum GSMA Brett Tarnutzer juga menyebut bahwa meski merupakan perjalanan panjang, proses persiapan ini bukan hal yang mustahil.
 
Selain itu, Indonesia juga perlu mempertimbangkan spektrum tertinggi dan penggunaan terbaik dari spektrum tersebut, serta dampaknya terhadap band lain. Indonesia juga disebut perlu bekerja keras dalam perencanaan spektrum sehingga memungkinkan operator seluler untuk bisa memanfaatkannya pada peralatan yang telah dipersiapkan.
 
Sebagai informasi, GSMA menyarankan spektrum 2.6GHz dan 3.5GHz sebagai band spektrum menengah, sebab dinilai penting untuk mendukung jangkauan luas dengan kapasitas yang besar. Dan spektrum ini merupakan band yang telah diadopsi secara global.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif