Ilustrasi: Journaldugeek
Ilustrasi: Journaldugeek

Red Hat: Integrasi dan Keamanan, Dua Tantangan Platform Mobile

Mohammad Mamduh • 23 Mei 2015 09:27
medcom.id: Red Hat mengumumkan hasil survei tren mobile terbaru mereka. Menurut penemuan tersebut, dengan pemakaian mobile yang mencapai 73% dalam perusahaan, hampir setengah dari responden mengatakan bahwa tantangan terbesar mereka dalam pengembangan aplikasi mobile adalah isu keamanan (45%) dan integrasi back-end (43%). Tantangan lainnya termasuk desain UI/UX (35%), kolaborasi tim (34%), dan biaya (24%).
 
Red Hat melakukan polling kepada pelanggan di seluruh dunia untuk mengidentifikasi prioritas dan tantangan seputar mobilitas perusahaan serta perilaku yang berkembang terhadap Internet of Things. Beberapa temuan penting dalam survei ini meliputi:
 
Lebih dari separuh perusahaan yang mengembangkan aplikasi mobile masih bergantung pada solusi integrasi do-it-yourself back-end.
Ketika mengintegrasikan aplikasi mobile ke dalam sistem back-end, 55% responden yang mengembangkan aplikasi mengatakan mereka menggunakan sumber eksternal (perpustakaan, pasar, dan layanan penyedia) untuk mengembangkan integrasi back-end yang disesuaikan, penulisan kode dari awal untuk integrasi back-end yang disesuaikan, atau kombinasi antara keduanya. Ini menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada pendekatan do-it-yourself sampai pada kerumitan dari menghubungkan aplikasi ke dalam sistem perusahaan.

Meskipun platform aplikasi mobile dan Mobile Backend-as-a-Service (MBaaS) telah hadir sebagai solusi yang efektif untuk mengintegrasikan aplikasi dengan sistem back-end perusahaan, kurang dari sepertiga (30%) menggunakannya, dengan satu dari lima responden (20%) menggunakan manajemen application programming interface (API). Selain itu, 20% responden menggunakan teknologi middleware yang sudah ada atau API dari vendor software back-end untuk menghubungkan aplikasi mobile mereka.
 
Mayoritas perusahaan mengantisipasi Internet of Things (IoT) akan mempengaruhi bisnis mereka.
Banyak perusahaan menyadari semakin berkembangnya hubungan antara perangkat mobile dengan IoT dengan secara aktif merencanakan integrasi gelombang berikutnya yang akan diperlukan oleh perangkat-perangkat yang terhubungkan.
 
Saat 21% perusahaan telah memasukkan program IoT dalam bisnis mereka, lebih dari seperempat (28%) berencana untuk melakukannya tahun depan, dan 70 persen berencana melakukannya dalam kurun waktu lima tahun mendatang. Mempertimbangkan tingkat kesulitan integrasi back-end, perusahaan harus fokus pada solusi yang secara efektif dapat mengintegrasikan IoT.  
 
Prioritas perusahaan atas sumber daya TI ditujukan untuk sistem inti.
Meskipun berminat mengembangkan IoT dan mobile, ketika melakukan pengalokasian sumber daya TI pada tahun berikutnya, 60% dari responden memprioritaskan perawatan sistem inti dan aplikasi. Hal-hal tersebut membayangi TI sebagai trend yang berkembang, ketika kebutuhan bisnis memotong TI untuk menciptakan dan menggunakan aplikasi mereka sendiri.
 
“Ketika organisasi bergeser menjadi lebih mobile, integrasi back-end menjadi salah satu kendala terbesar yang dihadapi – karena integrasi back-end merupakan tantangan tersendiri, sementara tantangan lain seperti keamanan harus tetap menjadi perhatian,” ujar Cathal McGloin, Vice President, Mobile Platforms, Red Hat. “Untuk menyelesaikan masalah ini, organisasi harus memaksimalkan efisiensi dengan memanfaatkan platform mobile untuk mempercepat pengembangan serta meminimalkan kompleksitas.”
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA