Outsystem 11 Ingin Atasi Masalah Gridlock di Legacy System

Cahyandaru Kuncorojati 16 Oktober 2018 08:40 WIB
corporate
Outsystem 11 Ingin Atasi Masalah Gridlock di Legacy System
Ilustrasi. (Getty Images)
Jakarta: Outsystem, penyedia solusi pengembangan aplikasi cepat, mengumumkan peluncuran solusi pertama low-code pertama mereka yang bernama Outsystem 11, diklaim mampu mengatasi masalah gridlock di legacy system aplikasi.

Dibangun dari platform low-code untuk aplikasi web dan mobile, OutSystems 11 menawarkan beragam fitur untuk membantu suatu organisasi melakukan modernisasi legacy system dan penggantian portofolio aplikasi yang berjumlah besar.

Selama ini solusi tradisional yang dilkukan untuk menangani legacy debt dan kondisi gridlock legacy adalah dengan melakukan perombakan menyeluruh di aplikasi bawaan. Cara lainnya adalah mengembangkan proyek jangka panjang yang justru menambah kompleksitas pada code base.


Namun, menurut CEO & Founder OutSystem kedua solusi tersebut sangat lambat, mahal, dan berisiko tinggi sehingga memaksa pemimpin IT untuk membuat kompromi antara kendali, kecepatan, dan kesederhanaan sistem.

"Legacy gridlock adalah masalah besar. Tujuh puluh persen dari anggaran IT dihabiskan untuk memelihara portofolio aplikasi legacy dalam skala besar, sistem yang berumur dan rentan, serta sistem ERP dan CRM yang membutuhkan terlalu banyak penyesuaian.

Kini Outsystem 11 diklaim mampu memberikan solusi atas masalah di atas menggunakan enam kapabilitas yang belum ada di platform low-code lainnya. Pertama, Arsitektur microservices yang modern dan impact analysis dengan portofolio aplikasi berjumlah besar.

Kedua, pemantauan out-of-the-box yang memberikan visibilitas real time terhadap portofolio aplikasi dan layanan yang saling berhubungan.

Ketiga adalah fitur tim penyediaan berkesinambungan (continuous delivery team) untuk mengelola banyak pengembang yang bekerja dalam platform yang sama.

Keempat, tersedianya dukungan container untuk standarisasi operasional dan portabilitas. Kemudian kelima, framework UI baru yang menawarkan pengalaman pengguna (UX) yang menarik tanpa memerlukan tenaga desain khusus.

Kapabilitas keenam dari Outsystem 11 adalah fitur keamanan yang diklaim melindungi portofolio aplikasi secara menyeluruh dari tahap pengembangan hingga penyebaran dan seterusnya.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.