Ilustrasi.
Ilustrasi.

Ada Skema Penipuan Baru Targetkan Pengguna Android

Teknologi google cyber security
Ellavie Ichlasa Amalia • 23 Maret 2019 19:17
Jakarta:Dua perusahaan pendeteksi penipuan menemukan skema penipuan besar yang menargetkan pengguna Android. Metode penipuan ini juga menghabiskan daya baterai dan paket data pengguna Android.
 
Skema ini memanfaatkan iklan pada aplikasi yang developergunakan via platform iklan MoPub milik Twitter. Para penipu lalu diam-diam menjalankan iklan video tanpa suara di belakang banner iklan yang asli. Dengan begitu, para korban tidak akan pernah tahu akan adanya keberadaan video iklan itu, lapor Engadget.
 
Metode penipuan ini tidak hanya merugikan korban, yang daya baterai ponselnya serta paket datanya habis, tapi juga para pengiklan. Meskipun iklan yang pengiklan pasang ditandai telah dilihat, tidak ada seorang pun yang melihat iklan itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Protected Media, salah satu perusahaan anti-penipuan yang menyadari skema penipuan ini, mengatakan bahwa Twitter tidak salah dalam hal ini. Media sosial itu juga merupakan korban dari para penipu.
 
Setelah diselidiki, diketahui iklan penipuan ini datang dari perusahaan bernama OutStream Media, perusahaan anak Aniview, perusahaan asal Israel yang mengklaim dirinya sebagai platform layanan mandiri.
 
BuzzFeed menyebutkan bahwa Aniview tidak bersalah atas apa yang dilakukan oleh OutStream, tapi mereka juga tidak menggambarkan perusahaan itu sebagai perusahaan terpercaya.
 
Penyelidikan Protected Media ini memperkuat hasil penyelidikan yang dilakukan oleh DoubleVerify, perusahaan pendeteksi penipuan lain, yang menemukan modus operandi ini pada akhir tahun lalu.
 
Ketika itu, DoubleVerify menemukan bahwa iklan video iklan yang muncul menggunakan pemutar video Aniview. Mereka juga menemukan bahwa ada 60 juta telepon iklan untuk iklan video penipuan setiap bulannya.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif