20 Ribu Pegawai Google Ikut Serta Aksi Mogok

Ellavie Ichlasa Amalia 03 November 2018 14:11 WIB
google
20 Ribu Pegawai Google Ikut Serta Aksi Mogok
Banyak pegawai Google yang ikut dalam aksi mogok. (Photo by Bryan R. Smith / AFP)
Jakarta: Lebih dari 20 ribu pegawai dan pegawai kontrak Google ikut serta dalam aksi mogok pada hari Kamis, 1 November 2018, menurut penyelenggara protes.

Aksi mogok itu merupakan bentuk protes atas cara Google menangani tuduhan atas pelecehan seksual yang dilakukan oleh eksekutif atas mereka. 

Per 30 September 2018, Google memiliki 94.372 pegawai tetap dan pekerja kontrak di seluruh dunia. Itu artinya, lebih dari 20 persen pegawainya ikut serta dalam aksi mogok.


Aksi mogok ini diawali oleh artikel investigasi yang dirilis oleh New York Times, yang menjelaskan bahwa kreator Android Andy Rubin tetap mendapatkan USD90 juta setelah dia keluar dari perusahaan atas tuduhan pelecehan seksual. 

"Ada banyak perusahaan yang memerhatikan kami," kata pekerja Google, Tanjua Gupta. "Kami selalu menjadi perusahaan terdepan, jadi, jika kami tidak melakukan hal ini, tidak akan ada yang melakukannya."

Menurut para penyelenggara, pekerja Google yang berpartisipasi dalam aksi mogok ini utamanya berasal dari kantor di Amerika Serikat.

Namun, ada pegawai dari berbagai negara lain yang berpartisipasi, termasuk Australia, Brasil, Kanada, Jerman, India, Irlandia, Jepang, Belanda, Filipina, Inggris, Singapura, Swedia, dan Swiss. 

Penyelenggara aksi mogok ini juga mengatakan bahwa CEO Google Sundar Pichai telah setuju bertemu untuk membahas lima tuntutan para pemprotes.

Salah satu tuntutan itu adalah dihapuskannya arbitrasi paksa terkait kasus pelecehan dan diskrimasi. Selain itu, mereka juga meminta agar para pekerja mendapatkan kesempatan dan gaji yang sama. 

Google juga dituntut untuk membuat laporan transparansi tentang kasus pelecehan seksual, proses inklusif yang memungkinkan korban melaporkan pelecehan secara anonim dan aman.

Terakhir, komitmen untuk meningkatkan posisi Chief Diversity Officer sehingga dia hanya bertanggung jawab pada CEO dan bisa membuat rekomendasi langsung pada Dewan Direksi. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.