Google tengah diselidiki. (Photo by Lionel BONAVENTURE / AFP)
Google tengah diselidiki. (Photo by Lionel BONAVENTURE / AFP)

Dituduh Langgar GDPR, Google Diselidiki

Teknologi google
Ellavie Ichlasa Amalia • 24 Mei 2019 13:10
Jakarta:Google diselidiki oleh Komisioner Perlindungan Data (DCP) Irlandia atas kemungkinan pelanggaran Regulasi Perlindungan Data Umum (GDPR) yang berlaku di semua negara Uni Eropa.
 
Ini adalah pertikaian pertama antara Google dan regulator privasi utama di Eropa, memunculkan pertanyaan bagaimana perusahaan internet raksasa itu bertanggung jawab atas data pribadi semua penggunanya.
 
Dalam penyelidikan ini, DCP akan mencari tahu tentang bagaimana Google memperlakukan data pribadi dalam sistem pelacak iklan. Pertanyaan itu muncul dari protes dari perusahaan peramban Brave pada September. Brave menuduh bahwa sistem lelang dagang Google melanggar peraturan GDPR.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setiap kali seseorang mengunjungi situs dan melihat iklan "tertarget" pada sebuah situs, data pribadi yang mendeskripsikan setiap individu, dan apa yang mereka konsumsi online, dikirimkan ke puluhan atau ratusan perusahaan," Kata Chief Policy Officer, Johnny Ryan, seperti dikutip dari The Verge.
 
"Kebocoran data muncul karena broadcast ini, yang dikenal dengan nama "bid request" di industri internet, gagal untuk melindungi data pribadi dari tangan pihak orang tak bertanggung jawab."
 
Juru bicara Google membela sistem yang digunakan perusahaan dan menyatakan akan bekerja sama dengan DPC.
 
"Kami akan sepenuhnya membantu penyelidikan DPC dan menyambut kesempatan untuk mengklarifikasi perlindungan data Eropa untuk pelelangan real-time," kata sang juru bicara.
 
"Pembeli yang telah terotorisasi menggunakan sistem kami dan mereka ada di bawah peraturan dan regulasi yang harus dipatuhi."
 
Jika Google dinyatakan bersalah, denda yang akan dikenakan akan sangat besar. GDPR bisa mengenakan denda maksimal hingga empat persen total pendapatan perusahaan secara global.
 
Dalam kasus Google, angka itu akan mencapai USD5,4 miliar (Rp78 triliun). Tidak hanya itu, Google juga harus akan merombak sistem iklan mereka agar tidak dikenakan denda serupa di masa depan.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif