Ilustrasi
Ilustrasi

BSA: 80% Perusahaan Indonesia Pakai Software Ilegal

Teknologi teknologi cyber security
Mohammad Mamduh • 10 Oktober 2019 14:40
Jakarta: mengedukasi para pemimpin bisnis tentang risiko keamanan yang berkaitan dengan software ilegal itu penting. Begitu juga penegakan komprehensif undang-undang hak cipta software Indonesia di antara perusahaan.
 
Menurut BSA, saat in, lebih dari 80 persen perusahaan di Indonesia menggunakan software ilegal, yang menempatkan data masyarakat dalam risiko tinggi. Ini dinilai menciptakan kesenjangan yang signifikan dalam pertahanan keamanan siber Indonesia.
 
Menurut industri software, solusinya adalah menguatkan penegakan hukum untuk memastikan bahwa perusahaan berhenti menggunakan software ilegal dalam operasi bisnis mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


BSA mengklaim telah menyelenggarakan kampanye pendidikan perusahaan di Indonesia untuk membantu para pemimpin bisnis memahami pentingnya menggunakan software yang legal.
 
Namun, terlalu sedikit perusahaan yang mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melegalkan software yang mereka gunakan. Perusahaan juga tidak bersedia melakukan investasi yang diperlukan untuk mematuhi undang-undang hak cipta software Indonesia.
 
“Pemerintah Indonesia dapat melindungi masyarakat dengan membuat perusahaan bertanggung jawab untuk melindungi data konsumen dengan benar,” kata Direktur Senior BSA, Tarun Sawney.
 
“Perusahaan yang menggunakan software ilegal dapat membahayakan pelanggan, karyawan, dan warga Indonesia lainnya. Masalah penggunaan software ilegal oleh perusahaan harus ditanggapi dengan serius."
 
Di wilayah ASEAN lainnya, pemerintah menindak perusahaan yang menggunakan software ilegal dan sebagai hasilnya data warga mereka lebih aman di beberapa tahun terakhir ini. Di Vietnam, Thailand, dan Filipina, persentase perusahaan yang menggunakan software asli naik.
 
MenurutBSA Global Survey,Indonesia tetap diatas 80 persen, Vietnam jatuh ke 74 person, tingkat Thailand adalah 66 persen dan tingkat Filipina adlaah 64 persen. Solusi untuk tingginya tingkat penggunaan software ilegal di Indonesia di kalangan perusahaan adalah penegakan hukum yang semakin intensif oleh pihak berwenang.
 
"Akankah perusahaan mengatasi masalah ini sendiri? Sejauh ini, mereka belum dan mungkin tidak akan. Kami ingin berpikir bahwa perusahaan Indonesia akan mengambil jalan yang bertanggung jawab untuk mengelola aset software legal mereka."
 
BSA menyarankan pemerintah memperluas upayanya untuk mendidik komunitas bisnis tentang persyaratan hukum mereka untuk menggunakan software legal. “Ketika saya mengatakan perusahaan, saya mengacu pada perusahaan multinasional, dan perusahaan besar Indonesia.”
 
BSA juga menyarankan pemerintah memberlakukan kampanye penegakan hukum untuk secara aktif memastikan perusahaan di Indonesia mematuhi Undang-Undang Hak Cipta No. 28 tahun 2014.
 
Di beberapa negara ASEAN, tindakan polisi ini terjadi setiap minggu, yang dengan cepat mengurangi penggunaan software ilegal dan mengirim pesan kepada para pemimpin perusahaan lainnya yang melanggar hukum.
 
Beberapa perusahaan diklaim sengaja menggunakan software ilegal untuk menghindari investasi dalam aset teknologi informasi yang sah. Beberapa perusahaan tidak mengikuti protokol teknologi informasi, dan akibatnya secara tidak sengaja menggunakan software ilegal.
 
Untuk para pemimpin bisnis dan pemegang saham yang ingin mengambil langkah lebih baik, BSA mendorong perusahaan untuk melakukan audit rutin terhadap software yang diinstal, baik secara internal maupun dengan bantuan ahli luar.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif