Bursa Mata Uang Virtual Ini Kecolongan Rp2,3 Triliun
Ilustrasi. (cosinart via Getty Images)
Jakarta: Harga mata uang virtual yang tinggi membuat bursa cryptocurrency jadi incaran para hacker. Bursa asal Italia, BitGrail, merupakan korban terbaru.

Mereka kehilangan koin Nano -- koin digital yang tidak terlalu populer yang sebelumnya dikenal dengan nama RaiBlocks -- senilai USD170 juta (Rp2,3 triliun). 

BitGrail menjadi bursa mata uang virtual kedua yang kehilangan uang dalam jumlah besar tahun ini. Sebelum ini, Coincheck, bursa berbasis Tokyo, mengalami kerugian senilai sekitar USD400-534 juta (Rp5,4-7,3 triliun) akibat serangan siber, lapor Engadget


Melalui situs resminya, BitGrail mengumumkan bahwa mereka telah kehilangan uang sejumlah USD170 juta karena transaksi penipuan dan mereka telah melaporkan hal ini ke pihak berwajib.

Mereka juga telah menangguhkan pengambilan dan penyetoran mata uang virtual "dengan tujuan untuk melakukan verifikasi lebih lanjut."

Namun, berbeda dengan Coincheck yang berjanji untuk mengembalikan uang pengguna kembali, pendiri BitGrail, Francesco Firano mengumumkan melalui Twitter bahwa mereka tidak mungkin mengembalikan semua uang pengguna yang hilang. 

Sementara itu, tim Nano berkata bahwa mereka tidak "punya alasan untuk percaya bahwa hal ini terjadi karena protokol Nano" dan "masalah muncul karena software BitGrail."



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.