Ilustrasi, iPhone 14. (Sumber: website/www.digimap.co.id)
Ilustrasi, iPhone 14. (Sumber: website/www.digimap.co.id)

Jerman Peringatkan Politisi dan Pejabat Soal Potensi Peretasan iPhone

Mohamad Mamduh • 03 November 2026 22:12
Ringkasnya gini..
  • Pemerintah Jerman mengimbau politisi dan pejabat untuk menganggap iPhone mereka telah diretas jika menerima notifikasi dari Apple.
  • Serangan peretasan ini menggunakan metode zero-click yang terhubung dengan spyware canggih berbasis dukungan negara (state-backed).
  • Kelompok peretas asal Rusia tercatat memiliki rekam jejak panjang dalam menargetkan infrastruktur dan pejabat penting Jerman.
Jakarta: Pemerintah Jerman menyatakan keprihatinan serius mengenai potensi peretasan perangkat iPhone milik sejumlah pejabat dan anggota parlemen oleh spyware (perangkat pengintai). Para tokoh pemerintah yang menerima peringatan keamanan dari Apple diimbau untuk menganggap ponsel mereka telah diretas.
 
Mengutip laporan Financial Times, Kantor Federal untuk Keamanan Informasi Jerman (BSI) merilis pemberitahuan mendesak akhir pekan lalu. Peringatan tersebut menasihati para pejabat yang menerima notifikasi resmi Apple sejak Kamis untuk segera mengasumsikan bahwa perangkat mereka tidak lagi aman.

"Pemerintah Federal menanggapi insiden dan peringatan ini dengan sangat serius. Harus diasumsikan bahwa perangkat-perangkat tersebut mungkin telah diretas," ujar Stefan Kornelius, juru bicara Kanselir Friedrich Merz, pada Senin, 2 November 2026.

Kornelius menambahkan bahwa pihak berwenang kini tengah bekerja keras menyelidiki latar belakang insiden tersebut, sembari mendampingi para korban yang terdampak. Namun, ia enggan membeberkan apakah Kanselir Merz termasuk dalam daftar target peretasan. Di sisi lain, pihak Apple belum memberikan respons resmi terkait kejadian ini.
 

Modus Operansi Zero-Click dan Ancaman Spyware

Peretasan ini mengandalkan celah kerentanan zero-click. Metode tersebut memungkinkan spyware menginfeksi perangkat target secara otomatis tanpa memerlukan tindakan pengguna, seperti mengklik tautan atau mengunduh berkas berbahaya. Peretas hanya membutuhkan nomor telepon sasaran untuk melancarkan aksinya.

Meski pelaku utama belum diumumkan secara resmi, otoritas keamanan meyakini serangan tersebut disokong oleh negara (state-backed). Perangkat lunak peretas yang digunakan disinyalir merupakan spyware komersial canggih yang pernah dipakai oleh beberapa pemerintah di dunia.
Salah satu contoh spyware sejenis yang paling dikenal adalah Pegasus buatan perusahaan asal Israel, NSO. Perangkat lunak ini memiliki kemampuan menyadap pesan terenkripsi, mengunduh data lokasi, mengambil berkas dan foto, hingga mengaktifkan mikrofon ponsel secara tersembunyi untuk mendengarkan percakapan di sekitar lokasi.
 

Rekam Jejak Serangan Siber Terhadap Pejabat Jerman

Para pejabat dan pembuat undang-undang Jerman kerap menjadi target berharga bagi dinas intelijen asing. Sebelum insiden ini, Presiden Parlemen Jerman Julia Klöckner bersama puluhan anggota parlemen lainnya sempat menjadi sasaran kampanye phishing yang menargetkan pengguna aplikasi pesan terenkripsi Signal.

Aktivitas peretasan terhadap rahasia politik Jerman paling sering dikaitkan dengan kelompok peretas asal Rusia. Kelompok APT 28 atau "Fancy Bear" yang dikendalikan oleh badan intelijen militer Rusia (GRU), tercatat berada di balik peretasan Partai Demokrat Sosial Jerman pada 2022.
Kelompok yang sama juga bertanggung jawab atas peretasan parlemen Jerman pada 2015 yang membocorkan data sebesar 16 gigabita dari komputer para anggota senior. Pemerintah Jerman secara resmi menyalahkan Moskow atas insiden tersebut pada 2020 dan melayangkan pengaduan diplomatis.

Selain itu, jaringan komunikasi aman kementerian Jerman (Berlin-Bonn) pernah diretas pada 2016 oleh kelompok peretas yang terhubung dengan FSB Rusia. Aksi tersebut membocorkan sejumlah dokumen rahasia penting, termasuk negosiasi Brexit dan dinamika perang di Ukraina.
  (Nur Aldiansyah Amirulloh)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA