Solusi Go Focus Plus dari Geotab
Solusi Go Focus Plus dari Geotab

Transformasi Pengelolaan Armada di Indonesia, Berbasis AI Demi Keselamatan Jalan

Mohamad Mamduh • 08 Oktober 2026 20:58
Ringkasnya gini..
  • Connected intelligence memungkinkan operator armada mengintegrasikan data lokasi, kondisi kendaraan, perilaku berkendara, hingga konteks video.
  • Nilai connected intelligence terletak pada kemampuannya mengolah data masif menjadi informasi yang relevan dan dapat ditindaklanjuti secara langsung.
  • Penerapan kecerdasan data dan AI dalam manajemen armada menjadi kunci utama mewujudkan transportasi yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.
Jakarta: Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia mendorong pentingnya adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) dan telematika dalam pengelolaan armada kendaraan. Berdasarkan data terbaru, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 158.508 kasus kecelakaan lalu lintas di Indonesia yang merenggut 24.296 korban jiwa.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengidentifikasi bahwa faktor manusia, seperti kelelahan, kelalaian, serta ketidakpatuhan terhadap prosedur keselamatan, menjadi faktor dominan dalam insiden transportasi tersebut.

Menjawab tantangan tersebut, Geotab, perusahaan global di bidang connected operations dan video telematika, memperkuat penetrasi kecerdasan armada terhubung (connected fleet intelligence) di Indonesia. Melalui kolaborasi strategis bersama Google Cloud, Geotab memanfaatkan kecerdasan data dan AI untuk mentransformasi manajemen armada dari pendekatan reaktif menjadi pendekatan proaktif guna mengantisipasi risiko sebelum kecelakaan terjadi.
 

Data Menjadi Tindakan Proaktif

Pemanfaatan connected intelligence memungkinkan operator armada mengintegrasikan data lokasi, kondisi kendaraan, perilaku berkendara, hingga konteks video dalam satu ekosistem terpadu. Hal ini memberikan visibilitas langsung dan peringatan dini atas potensi bahaya sebelum berkembang menjadi insiden fatal.

Alvin Santoso, Business Development Manager Geotab Indonesia, menjelaskan bahwa pemanfaatan GPS tradisional hanya memberikan informasi lokasi. Menurutnya, tahap berikutnya yang lebih krusial adalah memahami situasi di sekitar kendaraan, gaya berkendara pengemudi, serta langkah nyata yang harus diambil.

"GPS memberikan kemampuan bagi operator armada untuk mengetahui posisi kendaraan mereka. Tahap berikutnya adalah memahami apa yang terjadi di sekitar kendaraan, bagaimana kendaraan tersebut dikemudikan, dan tindakan apa yang perlu dilakukan," ujar Alvin Santoso dalam diskusi media bertajuk Smarter Fleets, Safer Roads: The Connected Intelligence Dialogue di Jakarta, Kamis 8 Oktober 2026.

Mengingat beragamnya kondisi jalan dan operasional di Indonesia, nilai connected intelligence terletak pada kemampuannya mengolah data masif menjadi informasi yang relevan dan dapat ditindaklanjuti secara langsung.

Ekosistem Geotab mencakup platform MyGeotab, perangkat telematika GO9 yang merekam kondisi mesin dan g-force, serta GO Focus Plus yang dilengkapi fitur analisis video berbasis AI. Teknologi ini mampu memberikan peringatan di dalam kabin untuk risiko spesifik seperti kantuk, gangguan konsentrasi, hingga jarak berkendara yang terlalu dekat (tailgating).

Selain itu, Geotab menghadirkan Geotab Ace, asisten AI terintegrasi yang didukung model Gemini dari Google Cloud. Geotab Ace memungkinkan pengelola armada mengajukan pertanyaan menggunakan bahasa sehari-hari guna memperoleh analisis operasional secara cepat.

Seluruh solusi ini juga telah tersedia di Google Cloud Marketplace untuk mempermudah proses pengadaan bagi perusahaan skala enterprise. Secara global, Geotab mengelola lebih dari 6 juta kendaraan terhubung dan memproses lebih dari 100 miliar titik data setiap hari.
 

Dampak Nyata pada Operator Transportasi Lokal

Teknologi Geotab telah terbukti memberikan dampak nyata bagi sejumlah operator transportasi di Indonesia, salah satunya Aerotrans yang berada di bawah naungan Garuda Indonesia Group. Mengoperasikan lebih dari 250 kendaraan untuk layanan logistik dan operasional penerbangan, Aerotrans mencatatkan peningkatan keselamatan signifikan sejak mengimplementasikan Geotab pada tahun 2024.

Aerotrans berhasil meraih peringkat keselamatan armada sebesar 89%, melampaui standar regional. Aerotrans juga mencatat peningkatan 61% pada prediksi pencegahan kecelakaan per kilometer, penurunan kejadian rem mendadak sebesar 57%, pengurangan akselerasi agresif sebesar 66%, serta penurunan durasi mesin menyala tanpa bergerak (idle) sebesar 22%.

"Kami mencari solusi yang dapat berkembang seiring dengan pertumbuhan bisnis dan operasional kami, serta mampu menyediakan insight secara real-time. Geotab menghadirkan platform yang selaras dengan nilai kami, terutama dalam hal presisi dan keselamatan," ungkap Kadek Bayu Temaja, Direktur Aerotrans.

Pemanfaatan serupa dilakukan oleh PT Maya Gapura Intan (MGI) melalui layanan shuttle antar-kota TRAVL. Mengoperasikan sekitar 40 kendaraan dengan 100 keberangkatan harian di rute Jakarta, Tangerang, dan Bandung, TRAVL memanfaatkan GO Focus Plus untuk memantau perilaku berkendara dan memberikan pembinaan objektif kepada pengemudi.

Syukron Fadillah Alkautsar, Head of Business Unit TRAVL, menekankan bahwa kenyamanan penumpang sangat erat kaitannya dengan cara kendaraan dikemudikan, dan teknologi membantu meningkatkan standar pelayanan tersebut.

"Tim operasional TRAVL mendapatkan dasar evaluasi yang obyektif melalui data dan rekaman video. Hal ini memungkinkan kami memberikan pembinaan yang lebih terarah kepada pengemudi demi menjaga standar pelayanan shuttle antar-kota yang aman dan andal," ujar Syukron.

Keberhasilan Aerotrans dan TRAVL menegaskan bahwa penerapan kecerdasan data dan AI dalam manajemen armada menjadi kunci utama mewujudkan transportasi yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA