Ilustrasi artificial intelligence. Foto: Istimewa
Ilustrasi artificial intelligence. Foto: Istimewa

Makin Pintar! Ini 5 Model AI dengan Skor IQ Tertinggi Juni 2026

Annisa ayu artanti • 18 Juni 2026 15:06
Ringkasnya gini..
  • GPT 5.5 Pro (Vision) memimpin daftar AI tercerdas Juni 2026 dengan skor IQ 145.
  • Gemini 3.1 Pro, Grok-4.20, dan Claude-4.8 bersaing ketat dengan selisih skor tipis.
Jakarta: Persaingan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin panas. Hampir setiap bulan, perusahaan teknologi berlomba menghadirkan model AI yang lebih cepat, lebih akurat, dan lebih pintar dalam menyelesaikan berbagai tugas.
 
Lalu, AI mana yang saat ini dianggap paling cerdas?
 
Berdasarkan pengujian terbaru yang dilakukan lembaga pemantau perkembangan AI, Tracking AI, posisi puncak AI dengan skor kecerdasan (IQ) tertinggi pada Juni 2026 ditempati oleh OpenAI GPT 5.5 Pro (Vision) dengan skor mencapai 145.

Pencapaian tersebut menempatkan GPT 5.5 Pro sebagai model AI dengan kemampuan penalaran abstrak dan pemecahan pola visual terbaik dalam pengujian terbaru yang menggunakan standar Tes IQ Mensa Norwegia.
 
Baca juga: ChatGPT Tak Lagi Kuasai Separuh Pasar AI, Gemini dan Claude Mulai Kejar Ketertinggalan

Daftar AI dengan skor IQ tertinggi Juni 2026

Berdasarkan hasil pengujian Tracking AI, berikut lima model AI dengan skor IQ tertinggi per Juni 2026:
 
OpenAI GPT 5.5 Pro (Vision) : IQ 145
Gemini 3.1 Pro Preview : IQ 143
Grok-4.20 Expert Mode : IQ 143
Claude-4.8 Opus Adaptive Thinking : IQ 142
OpenAI GPT 5.5 Thinking (Vision) : IQ 139
 
Selisih skor di antara para pesaing teratas terbilang tipis. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan teknologi AI global saat ini semakin kompetitif dengan kemampuan yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

Apa itu Tes IQ Mensa Norwegia?

Untuk mengukur tingkat kecerdasan AI, banyak peneliti menggunakan Tes IQ Mensa Norwegia sebagai salah satu standar evaluasi.
 
Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan fluid intelligence atau kecerdasan dalam memahami pola, berpikir logis, serta menyelesaikan masalah baru tanpa bergantung pada pengetahuan yang telah dipelajari sebelumnya.
 
Berbeda dengan ujian berbasis hafalan, tes ini lebih menekankan kemampuan penalaran abstrak dan analisis visual yang selama ini dianggap sebagai indikator penting kecerdasan manusia.
 
Karena alasan tersebut, banyak model AI modern diuji menggunakan format yang sama untuk melihat sejauh mana kemampuan mereka dalam meniru proses berpikir manusia.
 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA