Perangkat ini diposisikan sebagai varian tertinggi di lini Galaxy Watch dan dirancang untuk mendukung gaya hidup aktif sekaligus membantu pengguna membangun kebiasaan hidup sehat melalui pemantauan kesehatan lebih personal.
"Galaxy Watch Ultra itu hadir bukan hanya sebagai smartwatch, tapi juga daily companion yang terpercaya dapat membangun kebiasaan sehat bagi penggunanya," ujar Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia Tipe Sutan.
Samsung menjelaskan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan menjadi salah satu alasan utama pengembangan Galaxy Watch Ultra2. Tren olahraga seperti lari dan padel yang semakin populer menunjukkan pergeseran pola hidup masyarakat dari pendekatan reaktif menuju langkah preventif dalam menjaga kesehatan.
Melalui Galaxy Watch Ultra2, Samsung mengusung konsep Wear it and do the rest, dan pengguna hanya perlu mengenakan smartwatch, sementara perangkat akan mengumpulkan data aktivitas dan kondisi tubuh yang kemudian diolah oleh Samsung Health menjadi insight kesehatan lebih personal.
Samsung menyebut Galaxy Watch Ultra2 sebagai Galaxy Watch dengan kapasitas baterai terbesar yang pernah dihadirkan. Kapasitas baterainya meningkat sekitar 35% dibandingkan dengan Galaxy Watch Ultra generasi pertama menjadi 800 mAh, sehingga mampu mendukung penggunaan dalam waktu lebih lama untuk aktivitas sehari-hari maupun olahraga intensif.

Peningkatan tersebut didukung penggunaan chipset Snapdragon terbaru, yang untuk pertama kalinya digunakan pada lini Galaxy Watch. Menurut Samsung, chipset baru ini memberikan peningkatan performa CPU sekitar 32% dan GPU sekitar 19%, sehingga navigasi antarmuka, perpindahan menu, hingga pembukaan aplikasi terasa lebih cepat dan mulus.
Selain meningkatkan performa, efisiensi daya juga diklaim meningkat sekitar 15% sehingga konsumsi baterai menjadi lebih hemat. Sementara itu, Galaxy Watch Ultra2 juga membawa peningkatan pada sektor layar dengan tingkat kecerahan hingga 5.000 nits, meningkat dibandingkan dengan pendahulunya yang mencapai 3.000 nits.
Tingkat kecerahan tersebut diklaim memudahkan pengguna melihat informasi seperti detak jantung maupun kecepatan lari ketika beraktivitas di bawah sinar matahari langsung. Di sisi desain, Samsung tetap menggunakan material titanium grade 4 yang dipadukan dengan Sapphire Glass untuk meningkatkan ketahanan terhadap benturan maupun goresan.
Kendati berkapasitas baterai lebih besar, Samsung berhasil mengurangi ketebalan bodi sekitar 12% menjadi 10,7 mm sehingga perangkat terasa lebih nyaman saat digunakan sepanjang hari. Samsung juga memperkenalkan strap baru dengan sistem Air Pocket, dirancang mempercepat sirkulasi udara sehingga keringat lebih cepat mengering dan kenyamanan saat berolahraga tetap terjaga.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 membawa sejumlah fitur olahraga baru yang ditujukan bagi pengguna dengan aktivitas outdoor. Untuk olahraga trail run, Samsung menghadirkan fitur Road, Elevation, dan Nutrition Alert.
Pengguna dapat mengunggah rute GPX sebelum berlari, memperoleh notifikasi ketika memasuki tanjakan, serta menerima pengingat untuk mengganti cairan tubuh berdasarkan estimasi kehilangan cairan akibat keringat.
Saat sistem mendeteksi kehilangan cairan sekitar 0,5%, smartwatch akan menyarankan pengguna mengonsumsi sekitar 200 ml air. Selain itu, Galaxy Watch Ultra2 kini mendukung aktivitas menyelam berkat sertifikasi IP69K dan EN13319.
Samsung menyebut perangkat ini dikembangkan bersama produsen perlengkapan selam Mares sehingga dapat digunakan untuk aktivitas diving dengan tekanan air tinggi. Samsung turut memperbarui aplikasi Samsung Health dengan sejumlah fitur kesehatan berbasis AI yang dirancang memberikan rekomendasi lebih personal.
Salah satunya adalah Daily Cardio Load, berkemampuan memantau beban kerja jantung selama beraktivitas dan memberikan rekomendasi waktu pengguna perlu beristirahat agar terhindar dari latihan berlebih atau overtraining. Fitur ini ditujukan bagi pengguna yang rutin berolahraga maupun sedang mempersiapkan kompetisi seperti maraton.
Samsung juga memperkenalkan Fitness Index, yaitu skor kebugaran yang dihitung berdasarkan VO₂ Max, komposisi tubuh, detak jantung, dan jumlah langkah. Skor tersebut dilengkapi rekomendasi latihan untuk membantu pengguna meningkatkan aspek kebugaran tertentu, seperti fleksibilitas maupun daya tahan tubuh.
Sementara itu, fitur Vitals menjadi salah satu pembaruan utama karena mampu memantau lima indikator kesehatan sekaligus, yaitu detak jantung, suhu kulit, laju pernapasan, kadar oksigen darah, dan heart rate variability.
Setelah digunakan saat tidur selama sekitar tujuh hari untuk membangun data dasar atau baseline, sistem akan memberikan peringatan apabila salah satu indikator berada di luar rentang normal. Samsung juga menambahkan Heart Health Score, yaitu skor kesehatan jantung yang memanfaatkan data dari berbagai fitur kesehatan sebelumnya sebagai indikator kondisi jantung pengguna sekaligus memberikan peringatan dini apabila diperlukan.
Galaxy Watch Ultra2 juga menghadirkan integrasi AI melalui Gemini. Pengguna dapat mengaktifkan asisten AI tersebut langsung dari smartwatch menggunakan perintah suara tanpa harus menekan tombol terlebih dahulu.
Selain itu, Samsung menghadirkan dukungan NFC Pay melalui kerja sama dengan myBCA sehingga pengguna dapat melakukan pembayaran langsung menggunakan smartwatch. Galaxy Watch Ultra2 juga terintegrasi dengan perangkat Galaxy lain seperti smartphone dan Galaxy Buds untuk menghadirkan pengalaman ekosistem lebih mulus.
Galaxy Watch Ultra2 tersedia dalam pilihan warna Titanium Silver dan Titanium Grey. Samsung membuka masa pre-order mulai tanggal 22 Juli hingga 17 Agustus 2026, serta dibanderol dengan harga sebesar Rp10.499.000.
Selama periode pre-order, Samsung menawarkan berbagai promo seperti cicilan mulai Rp150 ribuan, jaminan trade-in hingga Rp6,1 juta, cashback hingga Rp2,8 juta untuk pembelian bersama Galaxy Z Fold7 atau Galaxy Z Flip7, metal band gratis untuk Galaxy Watch Ultra2, serta akses Strava Premium gratis selama 60 hari.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda